Kabar Baik Pasien Gagal Ginjal, RSU Muyang Kute Segera Buka Layanan Cuci Darah

Pasien Gagal Ginjal
Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar

REDELONG – Kabar baik bagi masyarakat Bener Meriah, khususnya Pasien Gagal Ginjal. RSU Muyang Kute segera membuka layanan hemodialisa.

Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar memastikan rumah sakit tersebut segera melayani pasien cuci darah dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Bupati Tagore setelah menandatangani nota kesepahaman pengadaan mesin hemodialisa bersama Interskala Sehat Sejahtera di Pendopo Bupati.

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah penting menghadirkan fasilitas kesehatan modern bagi masyarakat, terutama Pasien Gagal Ginjal di Bener Meriah.

Menurut Tagore, selama ini masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah harus berobat ke luar daerah seperti Lhokseumawe atau Banda Aceh.

Kondisi tersebut tentu menyulitkan pasien karena membutuhkan biaya perjalanan tinggi serta waktu tempuh yang cukup lama untuk menjalani pengobatan rutin.

Ia menjelaskan saat ini tercatat sekitar 48 Pasien Gagal Ginjal di Bener Meriah yang membutuhkan layanan cuci darah secara berkala.

Dengan hadirnya fasilitas tersebut, para pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Baca Juga : Pegawai RSU Tipu Pedagang Kopi Rp226 Juta: Vonis 3 Tahun Tak Hapus Luka Korban

Bupati Tagore mengatakan layanan hemodialisa direncanakan mulai beroperasi pada akhir April setelah seluruh peralatan dan tenaga medis siap.

Pemerintah daerah bersama pihak penyedia telah menyiapkan sekitar 20 unit mesin hemodialisa lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Peralatan tersebut akan ditempatkan di RSU Muyang Kute guna menunjang pelayanan kesehatan khusus bagi pasien yang membutuhkan cuci darah.

Selain pengadaan alat, pihak rumah sakit juga mempersiapkan tenaga medis terlatih agar pelayanan kepada pasien berjalan profesional dan maksimal.

Tagore menegaskan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan fasilitas medis yang layak dan mudah dijangkau.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pelayanan publik daerah.

Kehadiran layanan hemodialisa di RSU Muyang Kute diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga pasien di Bener Meriah.

Selain itu, layanan tersebut juga mempermudah akses pengobatan bagi Pasien Gagal Ginjal yang selama ini harus rutin menjalani terapi.

Tagore berharap seluruh proses persiapan berjalan lancar sehingga layanan cuci darah dapat segera digunakan masyarakat sesuai rencana.

Ia juga meminta manajemen rumah sakit memaksimalkan pelayanan agar fasilitas tersebut benar benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Pemerintah daerah optimistis layanan kesehatan di Bener Meriah akan semakin berkembang dengan hadirnya fasilitas medis yang lebih lengkap.

Dengan adanya layanan ini, Pasien Gagal Ginjal diharapkan memperoleh perawatan lebih cepat, dekat, serta terjangkau tanpa harus keluar daerah.

Kerja Sama Pengadaan Mesin Hemodialisa Untuk Pasien Gagal Ginjal

Sementara itu, perwakilan Interskala Sehat Sejahtera, Tomy Yusriza selaku Head of Hemodialysis, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut difokuskan pada pelayanan hemodialisa di RSU Muyang Kute.

Ia menjelaskan, kerja sama yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkaitan dengan penyediaan mesin hemodialisa merek Interskala.

Menurutnya, tahap awal kerja sama tersebut mencakup penyediaan sebanyak 20 unit mesin hemodialisa yang akan diserahkan secara bertahap.

“Kerja sama kita saat ini kontrak untuk 20 unit mesin hemodialisa yang nantinya akan kita serahkan secara bertahap,” ujar Tomy.

Ia menyebutkan pihaknya bertanggung jawab dalam pengadaan mesin hemodialisa yang akan digunakan oleh RSU Muyang Kute Bener Meriah.

Sementara untuk operasional pelayanan kepada pasien akan dilaksanakan langsung oleh pihak RSU Muyang Kute sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

Meski demikian, pihak Interskala tetap akan melakukan pengawasan serta pendampingan teknis untuk memastikan penggunaan mesin berjalan optimal.

Tomy menambahkan, mesin hemodialisa merek Interskala yang akan digunakan di RSU Muyang Kute merupakan teknologi yang telah digunakan di sejumlah rumah sakit.

Namun untuk wilayah Aceh, mesin tersebut saat ini baru tersedia di Kabupaten Bener Meriah melalui kerja sama dengan RSU Muyang Kute.

“Untuk Aceh, saat ini belum ada rumah sakit yang menggunakan mesin ini. Baru ada di Bener Meriah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di Kota Medan sendiri sudah terdapat beberapa rumah sakit yang menggunakan mesin hemodialisa merek Interskala.

Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan pelayanan hemodialisa di RSU Muyang Kute dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. (wen)