Harga Kopi Global Tergerus, Namun Masih Naik Jauh Secara Tahunan

Grafik pergerakan harga kopi Arabika dunia periode 5 September 2024 hingga 5 September 2025, menunjukkan tren kenaikan signifikan meski terjadi penurunan tipis di awal September 2025.(DOK.WEN)

Jakarta – Harga kopi di pasar global tercatat mengalami penurunan tipis pada perdagangan Jumat (5/9/2025), namun masih menunjukkan lonjakan signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mengacu data Trading Economics, harga acuan kopi Arabika berada di level USD 384,68 per pound, melemah sekitar 0,55% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Kendati demikian, dalam sebulan terakhir harga sudah naik 31,11%, dan secara tahunan melonjak tajam hingga 60,30%.

Analis pasar komoditas menilai, penurunan harian ini merupakan koreksi wajar setelah reli harga yang cukup panjang. Faktor cuaca ekstrem di Brasil — salah satu produsen kopi terbesar dunia — seperti kekeringan dan embun beku, terus menjadi pendorong utama kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.

“Pasar kopi masih dalam tren bullish jangka menengah hingga panjang. Selama risiko gangguan pasokan dari Brasil, Kolombia, dan Vietnam belum mereda, harga berpotensi bertahan di level tinggi,” ujar seorang analis dari lembaga riset komoditas internasional.

Selain faktor pasokan, permintaan global juga menunjukkan pemulihan seiring pertumbuhan industri kafe dan konsumsi rumah tangga di negara-negara besar. Data dari Organisasi Kopi Internasional (ICO) menyebutkan konsumsi kopi dunia diproyeksikan tumbuh 2–3% pada 2025, melanjutkan tren positif sejak 2023.

Bagi Indonesia, yang merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia, tren harga tinggi menjadi peluang sekaligus tantangan. Potensi peningkatan devisa ekspor terbuka lebar, namun biaya produksi dan distribusi yang ikut naik dapat menekan margin keuntungan petani jika tidak diimbangi perbaikan rantai pasok.

Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan kualitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat posisi kopi Indonesia di kancah internasional.