IHSG Anjlok Tajam 1,53% dan Rupiah Melemah ke Rp 16.475

Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia pada 29 Agustus 2025 saat IHSG anjlok akibat gejolak politik.
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia pada 29 Agustus 2025 saat IHSG anjlok akibat gejolak politik.

Jakarta – IHSG anjlok tajam pada perdagangan Jumat (29/8/2025) setelah situasi politik yang memanas dan gelombang aksi demonstrasi menimbulkan kegelisahan di kalangan investor.

Sentimen negatif yang berkembang sejak pagi membuat pasar kehilangan arah, sehingga tekanan jual meningkat di hampir seluruh sektor.

Kekhawatiran investor terhadap stabilitas situasi nasional langsung tercermin pada kinerja pasar modal dan nilai tukar rupiah.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan,  IHSG Anjlok atau merosot tajam sebesar 1,53% atau setara 121,6 poin hingga berada di level 7.830.

Koreksi ini merupakan salah satu penurunan harian terdalam dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut tertekan dan bergerak di kisaran Rp 16.475 per dolar, posisi terlemah dalam dua minggu.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, sejumlah sektor utama mengalami tekanan signifikan. Saham-saham pada sektor perbankan, pertambangan, dan teknologi tercatat memimpin pelemahan, bahkan beberapa emiten unggulan turun lebih dari 4%.

BACA JUGA : POBSI Bener Meriah Ajak Atlet Lokal Ramaikan Kejuaraan Biliar Aceh 2025

Tekanan jual turut dipicu aksi pelepasan saham oleh investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp 1,2 triliun.

Bank Indonesia merespons cepat kondisi tersebut dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan. Deputi Gubernur BI memastikan bahwa bank sentral terus melakukan langkah stabilisasi, baik melalui intervensi di pasar valuta asing domestik dan offshore maupun lewat pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

Ia menekankan bahwa pelemahan pasar saat ini lebih disebabkan faktor teknikal, sementara kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyeru masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh rumor liar. Ia memastikan bahwa pemerintah akan mengusut tuntas insiden yang memicu demonstrasi, dengan proses yang transparan dan akuntabel.

Sinyal pelemahan juga datang dari sektor perdagangan luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkiraan surplus perdagangan pada Juli 2025 hanya mencapai US$ 3,2 miliar, turun dari US$ 4,11 miliar pada bulan sebelumnya.

Meski demikian, permintaan terhadap aset aman meningkat, tercermin dari kenaikan harga emas Antam sebesar Rp 20.000 per gram menjadi Rp 1.210.000.

Para analis memperkirakan gejolak pasar masih berlanjut dalam waktu dekat, terutama jika tensi politik belum mereda. Namun mereka tetap yakin bahwa daya tahan ekonomi nasional akan membantu pemulihan pasar dalam jangka menengah.nescafe