Banda Aceh – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Aceh terus memperkuat langkah menuju PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk dengan rencana gandeng pelatih Kuala Lumpur untuk meningkatkan level permainan para atlet.
Setelah mencatat prestasi membanggakan dengan meraih medali emas, perak dan perunggu pada PON Sumut–Aceh, POBSI Aceh kini menyiapkan strategi lebih matang untuk meningkatkan performa atlet, salah satunya dengan membuka peluang kerjasama pelatih dari Malaysia.
Ketua POBSI Aceh, Muhammad Raji Firdana, mengungkapkan bahwa saat ini ia sedang berada di Kuala Lumpur untuk melakukan pendekatan dan komunikasi langsung dengan sejumlah pelatih profesional di Kuala Lumpur.
Menurutnya,Kuala Lumpur memiliki banyak pelatih berpengalaman dan fasilitas latihan yang sangat mendukung untuk peningkatan kemampuan atlet biliar.
Gandeng pelatih Kuala Lumpur: Baca Juga :Jejak Pengkhianatan di Tanah AAB: Dari Tim Survei Menjadi Penguasa Lahan
“Kami sedang menjajaki peluang kerja sama dengan beberapa pelatih Malaysia. Mereka memiliki reputasi dan pengalaman dalam membina atlet berlevel Asia. Jika kerja sama ini terlaksana, itu akan menjadi langkah besar untuk meningkatkan kualitas atlet Aceh,” kata Raji.
Ia menambahkan, program latihan intensif di Kuala Lumpur direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026.
Para atlet tidak hanya akan dilatih teknik pukulan dan strategi permainan, tetapi juga akan ditempa melalui sparring rutin dengan pemain-pemain profesional Malaysia yang sudah terbukti memiliki konsistensi dan kemampuan tinggi.
“Berlatih di Kuala Lumpur akan memberikan suasana baru bagi atlet. Mereka akan menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dan beragam, sehingga membantu meningkatkan mental bertanding dan ketajaman permainan. Ini sangat penting sebagai persiapan menuju PON 2028,” ujarnya.
POBSI Aceh telah menetapkan empat atlet utama yang akan menjalani pemusatan latihan tersebut. Untuk nomor Snooker, Aceh akan diperkuat oleh Ernest Winata dan Agus Priyanto. Sedangkan pada nomor English Billiards, dua nama yang kembali diandalkan adalah Ronni Satria dan Andi Priyanto, peraih medali perak dan perunggu pada PON Sumut–Aceh.
Raji menegaskan bahwa kolaborasi dengan pelatih dari Malaysia merupakan bentuk keseriusan POBSI Aceh dalam meningkatkan level permainan atlet agar dapat bersaing dengan provinsi-provinsi kuat lainnya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, KONI Aceh, dan seluruh masyarakat agar program pembinaan ini berjalan optimal.
“Ini bukan sekadar rencana, tetapi kebutuhan agar atlet Aceh tetap kompetitif dan mampu kembali meraih medali. Dengan persiapan matang dan kerja sama internasional, kami optimis target itu tercapai,” tutup Raji.(wen)













