REDELONG (RA) – Kejuaraan Pencak Silat Piala Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bener Meriah ke-3 sukses menarik perhatian ratusan pesilat dari berbagai daerah di Aceh.
Ajang ini diikuti oleh 21 tim yang mewakili tujuh kabupaten/kota dan digelar di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Rabu (20/8).
Turnamen tahunan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-80.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengusung tema “Raih Prestasi dan Lestarikan Budaya Melalui Pencak Silat”, sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan olahraga tradisional sekaligus menjaga nilai budaya bangsa.
Sejak hari pertama, suasana pertandingan berlangsung semarak. Para pesilat, khususnya atlet muda, tampil penuh semangat dalam berbagai nomor tanding dan seni.
Mereka datang dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Utara, serta dari tiga kota, yakni Banda Aceh, Langsa, dan Sabang.
Kehadiran peserta dari lintas daerah tersebut menjadikan kejuaraan kali ini terasa lebih kompetitif dan setara dengan turnamen tingkat provinsi.
Hal ini juga memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap pencak silat sebagai cabang olahraga sekaligus warisan budaya.
Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah, Achmad Hariyanto Mayangkoro, SH, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan tahun ini menjadi pencapaian tersendiri karena untuk pertama kalinya diikuti oleh tujuh kabupaten/kota.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Dengan keterlibatan banyak daerah, kejuaraan ini dapat dikatakan seperti mini turnamen tingkat provinsi,” ungkapnya.
Pembukaan kejuaraan dilakukan secara resmi oleh Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar.
Acara tersebut juga dihadiri Kapolres Bener Meriah, Dandim 0119, Ketua DPRK, Ketua IPSI, serta Ketua KONI Kabupaten Bener Meriah sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga tradisional.
Menurut Achmad, kejuaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang adu kemampuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarperguruan serta menanamkan nilai sportivitas.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi yang kelak mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa pencak silat adalah identitas budaya yang harus terus dijaga. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin mencintai budaya leluhur sekaligus termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
baca juga : Harga Kopi Global Tergerus, Namun Masih Naik Jauh Secara Tahunan
detik













