BENER MERIAH – Isu pembatalan kontrak ekspor kopi arabika Gayo sebanyak 5.000 ton antara perusahaan lokal CV Danish Bintang Antara (DBA) dan Pengusaha asal Tiongkok dipastikan tidak benar.
Kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak perusahaan raksasa asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang menjadi mitra dalam kerja sama tersebut. Menurut mereka, kontrak ekspor kopi tetap berjalan dan saat ini hanya menunggu keluarnya izin dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) atau Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok.
“Ini hanya miskomunikasi. Memang benar kami sempat berkunjung ke beberapa gudang, tetapi itu hanya sebatas melihat-lihat, bukan untuk membeli kopi,” ujar Hendi, perwakilan perusahaan asal Tiongkok, kepada Rakyat Gayo Selasa (14/10/2025).Baca Juga :PWI Bener Meriah Mantapkan Komitmen, Dari Seremoni ke Aksi Nyata
Ia menegaskan, kontrak dengan CV Danish Bintang Antara tetap berjalan dengan volume 5.000 ton kopi arabika Gayo.
“Hanya saja sekarang kami menunggu izin GACC,” tambah Hendi yang saat itu juga didampingi perwakilan dari pihak lokal.
Hendi menjelaskan, kerja sama tersebut berawal sejak April 2025, ketika pihak perusahaan Tiongkok datang langsung ke Bener Meriah untuk mencari pemasok kopi arabika Gayo. Setelah meninjau sejumlah gudang, perusahaan akhirnya menetapkan CV Danish Bintang Antara sebagai mitra resmi dengan nilai kontrak mencapai 5.000 ton kopi.
“Awalnya CEO kami sendiri yang datang ke Gayo. Dari beberapa calon suplier, kami memilih CV Danish karena kualitas kopinya sesuai dengan standar ekspor kami,” katanya.
Lebih lanjut, Hendi menegaskan bahwa kendala yang terjadi bukanlah pembatalan kontrak, melainkan penundaan teknis akibat izin GACC yang belum terbit.
“Jadi tidak ada digagalkan seperti informasi yang beredar di lapangan. Kita tetap kontrak 5 ribu ton — kurang tidak bisa, kalau lebih justru lebih bagus. Kalau izin GACC keluar hari ini, besok kita langsung beli,” jelasnya.
Hendi juga menambahkan, kerja sama dengan Gayo merupakan pengalaman pertama perusahaannya di Aceh. Sebelumnya, mereka telah menjalin kontrak serupa di Toraja dan Dolok Sanggul.
“Artinya, kopi Gayo kini sejajar dengan kopi-kopi terbaik Indonesia lainnya. Ini menunjukkan kualitas kopi Gayo sudah diakui dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur CV Danish Bintang Antara, Nella Tagore Putri, menegaskan bahwa tidak ada lagi masalah dalam kerja sama tersebut. Ia berharap proses izin GACC dapat segera selesai agar kontrak ekspor dapat segera direalisasikan.
“Kita siap menjalankan kontrak ini. Jika kendala administratif bisa segera terselesaikan, para petani kopi Gayo akan segera merasakan manfaatnya,” ujar Nella.acehtourism
Menurutnya, fokus utama CV Danish Bintang Antara dalam kerja sama ekspor ini adalah meningkatkan kesejahteraan para petani kopi Gayo.(wen)













