REDELONG- Di tengah derasnya harapan warga yang masih bertahan di wilayah terisolir, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah justru menghadapi kenyataan pahit tentang krisis stok mengintai ketika bantuan yang datang tak lagi sebanding dengan kebutuhan.
Meski helikopter terus hilir-mudik dan jalur darat tak pernah berhenti mengalirkan logistik, gudang di Posko Utama kini hampir kosong—meninggalkan kecemasan baru di tengah upaya penyelamatan.
Pemerintah daerah tetap mengandalkan pengiriman bantuan melalui dua jalur. Untuk wilayah yang masih dapat ditembus kendaraan, distribusi dilakukan melalui camat atau langsung diserahkan kepada reje.
Sementara untuk kampung-kampung yang masih terisolir, helikopter TNI AU dikerahkan dari Bandara Rembele guna mempercepat penyaluran ke titik-titik kritis.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Utama, Ilham Abdi, menjelaskan bahwa proses distribusi berlangsung tanpa hambatan berarti, namun terbatasnya armada udara membuat pengiriman harus dilakukan secara bergilir.
Ia juga menepis anggapan adanya penumpukan logistik di Bandara Rembele. Bantuan yang terlihat banyak, ujarnya, merupakan kiriman baru yang masih menunggu giliran diterbangkan.
“Dua heli yang beroperasi masing-masing hanya dapat membawa sekitar 500 kilogram. Jadi antrean tidak dapat dihindari,” jelasnya.
Di balik kelancaran distribusi, Ilham menegaskan bahwa kondisi gudang logistik kini sangat mengkhawatirkan. Krisis stok mengintai lantaran hampir semua bantuan yang masuk langsung dikirim keluar tanpa sempat bertahan lama di gudang.
Persediaan beras menjadi yang paling kritis. Bahkan sejumlah reje yang datang ke Posko Utama terpaksa dilayani secara terbatas karena stok jauh dari mencukupi.
Ia menekankan bahwa Pemerintah Daerah tidak pernah menahan atau membatasi bantuan dari relawan maupun donatur. Pengaturan distribusi dilakukan semata-mata untuk memastikan pemerataan dan menghindari penumpukan di satu lokasi.
“Kalau ada warga yang menerima hanya 1–2 kilogram, itu bukan karena ditimbun, tetapi memang stok sangat sedikit sehingga harus dibagi merata,” ujarnya.
Dengan kondisi yang semakin mendesak, Ilham mengimbau seluruh donatur, relawan, komunitas, serta pihak-pihak yang ingin membantu agar tidak menunda pengiriman bantuan.
Setiap tambahan logistik sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan penyaluran ke daerah terdampak yang masih bergantung pada pasokan dari Posko Utama.(wen)
Baca Juga :Jejak Pengkhianatan di Tanah AAB: Dari Tim Survei Menjadi Penguasa Lahan













