Berita  

Pemkab Bener Meriah Sudah Salurkan 339,6 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi

bencana hidrometeorologi
Petugas Posko Logistik Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aula Setdakab Bener Meriah Minggu (14/12). (WEN)

Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Hingga Minggu, 14 Desember 2025 pukul 21.00 WIB, Pemkab Bener Meriah tercatat telah menyalurkan sebanyak 339,6 ton beras kepada warga korban bencana yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, SSTP, MAP, menjelaskan bahwa total beras yang masuk dan diterima oleh Posko Logistik Penanganan Bencana Hidrometeorologi mencapai 352,1 ton.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah disalurkan kepada masyarakat, sementara sisanya masih tersimpan di gudang logistik untuk segera didistribusikan.

“Berdasarkan data terakhir, sebanyak 339,6 ton beras sudah tersalurkan. Saat ini masih ada 12,4 ton beras di gudang logistik dan akan kembali disalurkan pada Senin besok,” ujar Ilham.

Ia menambahkan, distribusi bantuan dilakukan secara berjenjang ke 10 kecamatan dan 232 kampung, baik melalui jalur darat maupun udara, menyesuaikan kondisi medan dan akses wilayah yang terdampak.

Selain beras, Pemkab Bener Meriah juga telah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Bantuan minyak goreng diterima sebanyak 8,8 ribu liter, dengan 5,6 ribu liter di antaranya telah disalurkan.

Sementara itu, gula yang masuk mencapai 11,3 ton dan sebanyak 6,7 ton telah dibagikan kepada masyarakat. Bantuan telur juga tercatat sebanyak 3.545 papan, dengan 3.176 papan telah tersalur.

“Bantuan lainnya meliputi popok dewasa dan anak, pakaian layak pakai, susu formula, mie instan, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya. Penyaluran logistik kami sesuaikan dengan kebutuhan di titik pengungsian dan permohonan dari reje atau kepala desa,” jelas Ilham.

Ia menegaskan tidak ada penimbunan logistik dalam proses penanganan bencana. Seluruh bantuan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat melalui koordinasi camat, reje, hingga aparatur dusun.

Hal ini sejalan dengan arahan Bupati Bener Meriah agar tidak ada warga terdampak yang luput dari bantuan.

“Kami memastikan seluruh masyarakat yang terdampak tersentuh bantuan dan tidak ada yang sampai mengalami kelaparan,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Ilham juga mengimbau para donatur untuk tetap berkoordinasi dan melaporkan distribusi bantuan yang dilakukan secara mandiri.

Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan pemetaan bantuan agar penyaluran dapat lebih merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah. (wen)

Baca Juga : Di Tengah Bencana, Dua Prajurit TNI Memangul Harapan Anak Kembar
detik