REDELONG – Jeritan Mahasiswa di Tengah Bencana terdengar keras dari Kabupaten Bener Meriah. Sejumlah mahasiswa asal daerah tersebut mengeluhkan melonjaknya tarif ongkos angkutan rute Bener Meriah–Medan yang kini mencapai Rp 350.000 per orang.
Kenaikan tarif ini memberatkan mahasiswa dan memicu keresahan di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak bencana alam.
Mahasiswa menilai pengelola angkutan HIC menaikkan tarif secara sepihak tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi penumpang.
Rahmayani, mahasiswa asal Bener Meriah, menyampaikan kekecewaannya atas kebijakan tersebut.
Ia menyebut tarif mahal itu sangat menyulitkan mahasiswa yang harus kembali ke Medan untuk melanjutkan perkuliahan.
“Kami merasa dirugikan. Pihak angkutan langsung menaikkan tarif tanpa alasan yang jelas. Kondisi kami sedang sulit, tapi justru dibebani ongkos yang sangat mahal,” kata Rahmayani kepada media, Senin (5/1).
Rahmayani membandingkan kondisi di Bener Meriah dengan daerah lain di Aceh yang juga mengalami bencana.
Ia menegaskan angkutan di Bireuen dan Lhokseumawe masih memberlakukan tarif normal.
Jika terjadi penyesuaian, pengelola angkutan hanya menaikkan tarif secara wajar.
“Di daerah lain tarif masih normal. Kenaikan signifikan hanya terjadi di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Ini jelas tidak adil,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar mahasiswa Bener Meriah berasal dari keluarga petani kopi.
Bencana alam yang melanda wilayah Gayo telah merusak bahkan memusnahkan banyak kebun kopi milik orang tua mereka. Kondisi tersebut menurunkan pendapatan keluarga secara drastis.
“Orang tua kami kehilangan sumber penghasilan karena kebun kopi rusak. Tapi angkutan justru menaikkan tarif di saat masyarakat sedang kesusahan,” jelas Rahmayani.
Mahasiswa menilai pengelola angkutan memanfaatkan situasi darurat untuk meraup keuntungan. Jeritan Mahasiswa di Tengah Bencana ini pun mereka sampaikan sebagai bentuk protes dan permintaan keadilan.
Rahmayani meminta Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Perhubungan, segera turun tangan mengawasi dan menertibkan angkutan umum di Bener Meriah dan Aceh Tengah.detik
Ia mendesak pemerintah menindak tegas angkutan yang menaikkan tarif tanpa dasar resmi.
“Kami berharap pemerintah hadir dan melindungi masyarakat. Jangan biarkan mahasiswa dan warga menjadi korban,” tegasnya.
Keluhan ini mencerminkan keresahan masyarakat Bener Meriah yang masih berjuang bangkit dari bencana, namun harus menghadapi beban tambahan akibat mahalnya biaya transportasi.(wen)
Baca Juga : Pemkab Bener Meriah Sudah Salurkan 339,6 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi













