BOGOR- Api Negara menyala terang dalam apel malam Api Semangat Bela Negara, ketika dua wartawan PWI Aceh mengibarkan Merah Putih penuh haru dan kebanggaan nasional.
Api obor menyala di langit malam Bogor, menyelimuti suasana apel malam Api Semangat Bela Negara penuh khidmat dan kebanggaan nasional.
Di Pusat Pendidikan Bela Negara Kementerian Pertahanan Rumpin Bogor, suasana hening berubah haru ketika bendera Merah Putih bersiap dikibarkan.
Kedua Dua wartawan Asal Aceh tampil sebagai pasukan pengibar bendera dalam momen sakral tersebut dengan penuh keberanian.
Mereka adalah Mashuri, Ketua PWI Bener Meriah wartawan Harian Rakyat Aceh, dan Reza Gunawan, pengurus PWI Aceh wartawan AcehOnline.
Baca Juga :Bantah Naikan Tarif Secara Sepihak, Sarhamiza Tegaskan Surat yang Beredar
Dengan langkah tegap dan sorot mata penuh keyakinan, mereka memasuki lapangan apel malam yang diterangi cahaya api semangat negara.
Bersama Eka, pengurus PWI Jaya Jakarta, mereka mengemban tugas mulia mengibarkan simbol kehormatan bangsa Indonesia tercinta.
Upacara pengibaran bendera berlangsung khusyuk dan dipimpin langsung Ketua PWI Pusat, Munir Ahmad, dengan penuh wibawa.
Saat bendera Merah Putih perlahan naik, seluruh peserta berdiri tegak, menahan napas, menyatu dalam rasa cinta tanah air.
Momen penciuman bendera menjadi titik emosional, ketika beberapa wartawan tak kuasa menahan air mata haru kebangsaan.
Isak tangis perlahan terdengar, mencerminkan betapa kuatnya ikatan batin wartawan terhadap nilai persatuan dan pengabdian negara.
Mashuri mengaku tidak pernah terpikir sebelumnya menjadi pasukan pengibar bendera dalam sebuah upacara kenegaraan resmi.
Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai kehormatan besar sekaligus pengalaman batin yang akan dikenang sepanjang hidupnya.
Reza Gunawan juga merasakan hal serupa, mengaku terpanggil secara moral untuk mewakili Aceh dalam momentum kebangsaan itu.
Keduanya memberanikan diri maju ketika kesempatan dibuka, meski tidak memiliki pengalaman sebagai pasukan pengibar bendera.
Pada awalnya, mereka mengaku cukup kesulitan menyesuaikan gerakan, ritme langkah, dan formasi pengibaran bendera.
Namun arahan tegas dan bimbingan intensif dari para pelatih membuat mereka cepat memahami tugas yang diemban.
Dalam hitungan menit, koordinasi terbentuk, kepercayaan diri tumbuh, dan gerakan pengibaran berjalan semakin mantap.
Bendera Merah Putih akhirnya berkibar sempurna, disambut tepuk tangan dan apresiasi seluruh peserta apel malam.
Para pelatih memberikan pujian atas keberanian, kesiapan mental, dan kekompakan pasukan pengibar bendera dadakan tersebut.
Mashuri menyampaikan rasa syukur karena tugas berat itu berhasil dilaksanakan meski tanpa persiapan panjang sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa semangat pengabdian dan cinta tanah air menjadi kunci keberhasilan mereka malam itu.
“Meski tidak sesempurna paskibraka, alhamdulillah kami berhasil mengibarkan Merah Putih dengan penuh kehormatan,” ujarnya.
Acara apel malam berlangsung tertib, lancar, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta retret PWI.
Api Semangat Bela Negara menjadi simbol penyatuan tekad wartawan menjaga Indonesia melalui profesi jurnalistik.
Kegiatan ini menegaskan peran wartawan bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga penjaga nilai kebangsaan.
Retret PWI di Bogor menjadi ruang refleksi, penguatan ideologi, dan peneguhan komitmen pers nasional.
Bagi Mashuri dan Reza, momen tersebut bukan sekadar upacara, melainkan panggilan jiwa untuk bangsa.
Merah Putih berkibar, api menyala, dan wartawan berdiri tegak menjaga Indonesia dengan pena dan nurani. (wen)













