REDELONG – Inflasi Bener Meriah Turun setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah mengikuti Rakor PID Minggu pertama Februari 2026 bersama Kemendagri.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengikuti rapat koordinasi tersebut secara virtual pada Senin untuk membahas perkembangan inflasi dan ekonomi daerah.
Rakor PID Minggu pertama Februari 2026 membahas evaluasi pengendalian inflasi daerah serta dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional.
Pemerintah pusat mengaitkan rapat koordinasi tersebut dengan evaluasi pelaksanaan program pembangunan nasional tiga juta rumah.
Baca Juga : Di Bawah Nyala Api Negara, Dua Wartawan Aceh Kibarkan Merah Putih
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah memimpin rapat dari Ruang Saber Pungli Setdakab Bener Meriah.
Samusi Purnawiran Dade memimpin jalannya rapat didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah.
Pemerintah daerah melibatkan organisasi perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dan stabilitas ekonomi daerah.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memimpin rakor secara virtual dan menyampaikan kondisi ekonomi nasional terkini kepada daerah.
Mendagri memaparkan data Badan Pusat Statistik terkait pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai angka 5,11 persen.
Ia juga menyampaikan inflasi nasional berada pada angka 3,35 persen atau meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Mendagri menegaskan angka inflasi tersebut masih berada dalam batas target nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Melalui rakor tersebut Mendagri mendorong pemerintah daerah berperan aktif menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Inflasi Bener Meriah Turun 6,85 Persen
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Ihsan memaparkan kondisi inflasi Kabupaten Bener Meriah pada Minggu pertama Februari 2026.
Ia menjelaskan pemerintah daerah mencatat penurunan Indeks Perubahan Harga sebesar 6,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemerintah daerah mengendalikan harga bahan pangan sehingga Inflasi Bener Meriah Turun dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ihsan menyebut daging sapi menjadi komoditas utama penyumbang deflasi dengan kontribusi minus 2,35 persen.
Selain itu pemerintah daerah mencatat beras memberikan andil deflasi sebesar minus 1,45 persen selama periode tersebut.
Pemerintah daerah juga mencatat daging ayam menyumbang penurunan harga dengan kontribusi deflasi minus 1,24 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pemerintah daerah berhasil menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi Kabupaten Bener Meriah. (wen)













