Berita  

Bur Telong Berdenyut Kuat, Aktivitas Kegempaan Melejit di Tengah Hujan Deras

Bur Telong Berdenyut Kuat
Burni Telong tak terlihat dari pos pemantauan akibat hujan yang mengguyur Bener Meriah Rabu (26/11).

Bener Meriah – Gunung berapi Bur Telong berdenyut kuat di tengah cuaca buruk yang menyelimuti wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah.

Aktivitas kegempaan gunung setinggi 2.623 mdpl itu melejit sepanjang periode pengamatan 25 November 2025, dengan puluhan gempa vulkanik dan tektonik terekam meski visual gunung tertutup kabut dan hujan deras.

Laporan harian Pos Pengamatan Gunungapi Bur Telong mencatat bahwa sejak dini hari cuaca di sekitar gunung didominasi kondisi berawan, mendung, hingga hujan yang turun tanpa henti.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, sementara suhu udara berada pada kisaran 18–20 derajat Celcius.

Kabut tebal pada level 0-I hingga 0-III membuat segala bentuk aktivitas visual, termasuk asap kawah, tidak dapat diamati.

Keterbatasan visual ini berbanding terbalik dengan geliat aktivitas di bawah permukaan. Instrumen seismik menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 28 gempa Vulkanik Dalam (VA) terekam dengan amplitudo 11–45 mm.

Gelombang S–P tercatat pada rentang 1,2–3,5 detik, dengan durasi gempa mencapai 19 detik. Data ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida magmatik dari kedalaman yang turut memicu tekanan di tubuh gunung.

Selain itu, tercatat pula 10 gempa Tektonik Lokal yang menandakan adanya pergeseran struktur di sekitar kawasan Bur Ni Telong.

Gempa ini memiliki amplitudo 20–21 mm dan durasi 15–25 detik. Pengamat juga mencatat 9 gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 40–45 mm dan durasi panjang hingga 192 detik.

Keseluruhan aktivitas Bur Telong berdenyut kuat  menggambarkan  tengah berada pada fase aktif yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi.

Hujan yang berlangsung terus menerus sepanjang hari menjadi salah satu faktor yang membatasi pengamatan langsung sekaligus meningkatkan potensi bahaya sekunder.

Di saat kondisi lembap dan berkabut, konsentrasi gas beracun di area fumarol dan solfatara dapat meningkat drastis dan membahayakan pengunjung maupun warga yang beraktivitas di sekitar kawah.

Dengan mempertimbangkan kondisi kegempaan dan cuaca, PVMBG menetapkan Gunungapi Bur Ni Telong tetap berada pada Level II (Waspada).

untuk itu, masyarakat, pendaki, serta wisatawan dilarang memasuki radius 1,5 kilometer dari kawah aktif, serta tidak berada di area fumarol dan solfatara terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Laporan ini disusun oleh Ihsan Nopa Abadi, berdasarkan sumber resmi KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG melalui platform MAGMA Indonesia.(wen)

PWI Bener Meriah Mantapkan Komitmen, Dari Seremoni ke Aksi Nyata

acehtourism