Takengon – Pagi yang masih basah oleh sisa hujan di Kampung Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, menghadirkan pemandangan yang menghangatkan. Di antara genangan kecil dan tumpukan sampah yang tersangkut di drainase, personel Satlantas dan Polsek Bebesen, Polres Aceh Tengah, berdiri berdampingan dengan warga. Bukan sekadar bekerja, mereka sedang merawat harapan—agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung, Jumat (10/4/2026) ini menjadi wujud nyata implementasi program ASRI (Aman, Sejuk, Rapi, dan Indah). Dengan peralatan sederhana, mereka mengangkat sampah, mencabut rumput liar, dan mengeruk lumpur yang menghambat aliran air. Perlahan tapi pasti, drainase yang semula tersumbat kembali mengalir.
Di tengah aktivitas itu, hadir pula Bhabinkamtibmas, Reje Kampung, serta pengurus Masjid Al Hasanah. Kebersamaan lintas elemen ini memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama yang harus terus dirawat.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufik, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan langkah preventif menghadapi potensi bencana.
“Pembersihan ini kita lakukan agar drainase kembali berfungsi optimal, sehingga dapat mengurangi risiko luapan air yang bisa menimbulkan genangan maupun banjir,” ujarnya.
Upaya tersebut juga didukung dengan satu unit mobil pemadam kebakaran yang digunakan untuk menyemprot saluran agar lebih bersih, serta armada pengangkut sampah dari dinas kebersihan untuk memastikan limbah tidak kembali menumpuk.

Kapolsek Bebesen, AKP Dasril, yang memimpin langsung kegiatan itu, tak hanya memberi instruksi, tetapi turut turun tangan membersihkan drainase bersama warga. Baginya, gotong royong ini adalah ruang belajar bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Gotong royong ini bukan hanya membersihkan, tetapi juga mengedukasi semua pihak, khususnya masyarakat, agar terus menjaga kebersihan lingkungan. Ini bagian dari implementasi ASRI, di mana lingkungan yang aman, sejuk, rapi, dan indah hanya bisa terwujud jika kita semua peduli dan terlibat,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah benteng pertama dalam mencegah bencana. Sampah yang dibuang sembarangan mungkin terlihat sepele, namun dampaknya bisa besar—menyumbat aliran air, memicu genangan, hingga berujung banjir.
Melalui kegiatan ini, pesan sederhana disampaikan dengan cara yang nyata: lingkungan yang bersih bukan datang dengan sendirinya, tetapi lahir dari kepedulian dan kebiasaan baik yang dilakukan bersama.
Di tengah tantangan cuaca yang tak menentu, gotong royong seperti ini menjadi pengingat bahwa solusi tidak selalu harus besar. Cukup dimulai dari hal kecil—tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air tetap bersih, dan saling mengingatkan.
Karena pada akhirnya, lingkungan yang ASRI bukan hanya tentang keindahan, tetapi tentang keselamatan, kesehatan, dan masa depan yang lebih baik bagi semua. (Gona)












