Edy Bantah Isu Larangan Makan: “Silakan Makan, Jangan Bawa Pulang”

isu larangan makan
Sejumlah warga menikmati makan di dapur umum yang didirikan di halaman belakang Pemkab Bener Meriah Kamis (11/12).

REDELONG – Isu Larangan Makan. Penanggung jawab dapur umum Pemkab Bener Meriah, Edy, meluruskan isu yang beredar di tengah masyarakat mengenai adanya larangan bagi warga untuk makan di dapur umum.

Menurutnya, kabar tersebut tidak benar dan justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah situasi darurat yang masih melanda sejumlah desa.

Edy menegaskan bahwa dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak bencana, terlebih bagi mereka yang belum bisa memasak karena kondisi rumah dan akses jalan yang terputus.

“Tidak ada larangan makan di sini. Isu Larangan Makan tidak benar, silakan datang, silakan makan. Semua yang datang kita layani tanpa dipungut biaya sedikit pun,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa setiap hari ratusan warga dari berbagai wilayah datang dan makan di tempat. Hidangan yang disajikan memang sederhana, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan makan masyarakat di tengah masa sulit ini.

Tim dapur umum, kata Edy, bekerja sejak pagi hingga malam untuk memastikan makanan siap tersaji.

Yang menjadi persoalan, lanjutnya, adalah kebiasaan sebagian warga yang datang membawa wadah besar untuk mengambil nasi dan lauk pauk dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang.

Kondisi itu membuat stok bahan makanan cepat menipis dan mengancam pasokan untuk warga lain yang datang kemudian.

“Kita bukan melarang makan, tapi kita harus mengatur pembagian. Kalau semua orang mengambil untuk dibawa pulang berlebihan, stok untuk hari berikutnya tidak akan cukup,” ujar Edy.

Ia menegaskan bahwa pembatasan hanya diberlakukan untuk membawa pulang makanan dalam jumlah banyak, bukan membatasi warga untuk menyantap makanan di lokasi.

Menurutnya, dapur umum berfungsi sebagai tempat makan darurat yang harus menjamin pemerataan. Karena itu, aturan tersebut diambil agar seluruh warga—terutama yang benar-benar membutuhkan—tetap mendapat bagian yang layak.

Edy berharap masyarakat dapat memahami situasi keterbatasan logistik. Ia juga meminta kerja sama warga agar tidak terjadi penumpukan dan potensi kekisruhan saat pembagian makanan.

“Kita lakukan ini demi kebaikan bersama. Silakan makan di sini, tapi jangan bawa pulang berlebihan,” tegasnya lagi.

Di tengah kondisi bencana yang masih berlangsung, Edy menilai solidaritas dan kedisiplinan warga sangat penting agar pelayanan dapur umum terus berjalan lancar.

Ia memastikan tim dapur umum akan tetap bekerja maksimal selama masa darurat belum berakhir.(wen)

Baca Juga :Jejak Pengkhianatan di Tanah AAB: Dari Tim Survei Menjadi Penguasa Lahan

google