BENER MERIAH – ekspor kopi Gayo ke Tiongkok sempat diterpa isu pembatalan, kerja sama antara CV Danish Bintang Antara (DBA) dengan mitra asal Tiongkok akhirnya menunjukkan perkembangan nyata.
Perusahaan tersebut mulai melakukan pembelian kopi gabah Gayo dalam skala besar, dan pada hari pertama pelaksanaan, volume pembelian mencapai 11 ton.
Aktivitas pembelian berlangsung di gudang CV Danish Pante Raya Bener Meriah. Sejak pagi, truk pengangkut kopi milik petani tampak hilir mudik ke lokasi pengepul. Proses penimbangan, sortasi awal, hingga pengepakan dilakukan secara ketat di bawah pengawasan tim kualitas perusahaan.
Direktur CV Danish Bintang Antara, Nalla Husna Tagore Putri, mengonfirmasi pencapaian tersebut sebagai langkah awal realisasi ekspor kopi Gayo ke Tiongkok dengan kontrak pembelian mencapai 5.000 ton.
“Alhamdulillah, hari pertama pembelian kita tembus 11 ton. Ini awal yang baik untuk memastikan suplai kopi Gayo tetap stabil dan siap diekspor,” ujar Nella kepada Rakyat Gayo, Selasa (14/10).
Ia menegaskan, dimulainya pembelian besar ini sekaligus menjadi bukti bahwa kontrak ekspor tidak batal, seperti isu yang sempat beredar di kalangan pelaku kopi beberapa waktu lalu.
“Kontrak tetap berjalan. Tidak ada yang batal. Semua pihak berkomitmen, termasuk mitra kami dari Tiongkok yang terus memantau proses di lapangan,” tegas Nella.
Menurutnya, kopi gabah yang telah dibeli akan melalui proses sortasi lanjutan dan pengeringan sebelum masuk ke tahap uji kualitas dan sertifikasi ekspor. CV Danish juga bekerja sama dengan lembaga sertifikasi mutu untuk memastikan seluruh produk memenuhi standar GACC (General Administration of Customs of the People’s Republic of China).
“Kami ingin kopi Gayo yang diekspor nanti tetap menjadi yang terbaik dan menjaga reputasi di pasar global,” tambahnya.
Langkah nyata CV Danish disambut gembira oleh para petani. Dengan dimulainya pembelian dalam jumlah besar, mereka berharap harga kopi di tingkat petani kembali stabil..acehtourism
“Kami bersyukur sudah ada pembelian lagi. Semoga ekspor benar-benar lancar, karena ini penting untuk ekonomi petani,” ujar Junaidi, petani kopi asal Kecamatan Bukit.
Dari pantauan lapangan, pembelian di hari-hari berikutnya diperkirakan meningkat seiring meningkatnya pasokan dari petani. Pihak CV Danish menargetkan mampu menyerap sekitar 100 ton per minggu hingga seluruh kuota ekspor terpenuhi.
“Kami fokus mengejar target kontrak. Setiap ton kopi yang masuk adalah bukti bahwa kerja sama ini nyata dan berlanjut,” tutup Nella.(wen)













