ACEH TENGAH – Sebuah kejadian Evakuasi Ibu Hamil mengundang perhatian publik terjadi di Kampung Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Evakuasi darurat terhadap seorang ibu hamil bernama Intan Sinarwati dengan menggunakan gerobak sorong untuk menembus akses yang sulit.
Peristiwa tersebut viral di berbagai platform media sosial setelah warga merekam perjuangan mereka saat melintasi jembatan gantung.
Pada Rabu (27/8/2025), Intan yang usia kehamilannya belum mencapai sembilan bulan tiba-tiba merasakan kontraksi kuat.
Bidan desa langsung menyarankan keluarga agar merujuk Intan ke RSUD Datu Beru Takengon untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lengkap.
Namun, kondisi di lapangan menyulitkan proses tersebut.
Warga hanya memiliki satu jalur keluar masuk kampung, yakni sebuah jembatan gantung yang kondisinya tidak aman untuk dilalui kendaraan roda empat.
Situasi itu mendorong warga, keluarga, dan bidan bertindak cepat.
Tanpa banyak pilihan, mereka meletakkan Intan di atas gerobak sorong dan bergantian mendorongnya menuju ujung jembatan.
Mereka menempuh perjalanan penuh risiko di atas papan jembatan yang berderit setiap kali diinjak, sementara air sungai mengalir deras di bawahnya.
Rasa khawatir menyertai setiap langkah, namun tekad untuk menyelamatkan ibu dan bayi membuat warga terus melangkah.
Video evakuasi tersebut langsung menyita perhatian warganet.
Unggahan di Facebook dan Instagram mengundang banyak doa dan dukungan, sekaligus memicu kritik terhadap minimnya pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Aceh Tengah.
Warganet menyoroti kondisi jembatan gantung yang mereka nilai sangat berbahaya bagi warga yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.
Proses evakuasi akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Setelah tiba di rumah sakit, Intan menjalani persalinan dan berhasil melahirkan bayi kembar dalam kondisi selamat dan sehat.
Sertalia, warga Linge, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga terpaksa menggunakan gerobak sorong karena kendaraan tidak dapat melintasi jembatan gantung di kampung mereka.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pemerataan pembangunan, khususnya fasilitas transportasi yang menjadi penentu keselamatan warga di daerah terpencil.
Kisah evakuasi ibu hamil di Aceh Tengah ini mengingatkan semua pihak bahwa akses layanan kesehatan yang layak merupakan hak setiap warga negara, tanpa memandang letak geografis wilayah tempat tinggal mereka. (gona)
BACA JUGA : POBSI Bener Meriah Ajak Atlet Lokal Ramaikan Kejuaraan Biliar Aceh 2025













