REDELONG -Pendampingan psikologis intensif terus dilakukan pemerintah daerah kepada keluarga korban musibah, khususnya Bu Susi yang mengalami Kehilangan Suami dan anak sekaligus.
UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bener Meriah secara aktif memberikan pendampingan trauma kepada Bu Susi yang terdampak musibah secara langsung.
Psikolog Ismi Niara Bina menyampaikan kondisi psikologis Bu Susi membutuhkan perhatian khusus karena mengalami Kehilangan Suami dan dua anak dalam musibah tersebut.
Ismi menjelaskan Bu Susi tidak hanya kehilangan suami dan anak, tetapi juga kehilangan anggota keluarga lain yang meninggal dunia bersamaan.
Beban psikologis berat mendorong tim UPTD PPA meningkatkan intensitas pendampingan agar korban mampu menghadapi duka mendalam secara perlahan.
Psikolog Ismi Niara Bina telah tiga kali mendatangi langsung kediaman Bu Susi untuk memberikan penguatan mental dan dukungan emosional.
Baca Juga :Bantah Naikan Tarif Secara Sepihak, Sarhamiza Tegaskan Surat yang Beredar
Setiap sesi pendampingan menggunakan pendekatan psikologi sederhana untuk membantu korban menenangkan diri serta mengelola emosi akibat trauma mendalam.
Tim psikolog memberikan penguatan agar Bu Susi perlahan menerima kondisi dan membangun kembali semangat hidup pasca Kehilangan Suami.
Pendampingan terakhir dilaksanakan pada 27 Januari 2026 bersama rombongan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh dan daerah Bener Meriah.
Kunjungan tersebut tidak hanya fokus pada pemulihan psikologis, tetapi juga menghadirkan bantuan sosial bagi korban musibah.
Aisyiyah menyerahkan satu unit sepeda motor kepada Bu Susi sebagai bentuk dukungan untuk memulihkan aktivitas sehari-hari.
Ismi menilai aktivitas rutin penting membantu proses penyembuhan mental dan mencegah korban terjebak dalam kesedihan berkepanjangan.
Menurutnya, korban yang terlalu lama terpuruk berisiko mengalami gangguan psikologis lebih berat dan sulit bangkit kembali.
Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bener Meriah Edi Jaswin turut hadir mendukung pendampingan dan penyerahan bantuan secara langsung.
Kehadiran berbagai pihak menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pemulihan psikologis korban bencana secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pendampingan psikologis hingga kondisi mental Bu Susi dinilai stabil dan membaik.
Selain pendampingan profesional, pemerintah juga mengajak masyarakat memberikan dukungan moral kepada korban musibah secara berkesinambungan.
Pendekatan terpadu diharapkan mampu membantu Bu Susi bangkit dari trauma Kehilangan Suami dan membangun kehidupan baru perlahan.













