REDELONG (RA) – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memulai langkah strategis untuk pelepasan kawasan hutan seluas 25 ribu hektare agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian bagi masyarakat.
Plt. Sekda Bener Meriah, Armansyah, SE., M.Si., memimpin rapat penting di aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bener Meriah, Senin (25/08).
Pemerintah berharap kebijakan ini akan membuka akses bagi warga yang belum memiliki lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Rapat dihadiri Plt. Kadis PUPR Al Fahmi, ST., M.A.P., Sekretaris Dinas PUPR, Kabag Hukum Setdakab Nazhan, SH., Kabag Tata Pemerintahan Istianah, S.STP., Kepala KPH 2 Edi Azhar, perwakilan BPN, Dinas Pertanahan, dan sejumlah OPD terkait.
Seluruh peserta rapat diminta memberikan masukan konstruktif agar rencana pelepasan hutan berjalan sesuai prosedur hukum dan memperhatikan aspek lingkungan.
Armansyah menekankan bahwa DPR Aceh diharapkan segera membahas dan menyetujui permohonan pelepasan kawasan hutan.
“Tujuannya jelas, membuka akses lahan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan dan mendukung ekonomi lokal melalui perubahan status dari hutan produksi menjadi area penggunaan lain,” ujarnya.
Selain itu, Armansyah menambahkan, percepatan proses sangat penting karena masyarakat menunggu kepastian.
“Semakin cepat proses ini dilakukan, semakin cepat pula warga bisa mengelola lahan mereka dan merasakan manfaatnya,” katanya.
Plt. Kadis PUPR menjelaskan, setelah status lahan resmi berubah, pemerintah daerah akan menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk irigasi, jalan tani, dan program pendampingan teknis bagi petani.
Tujuannya agar lahan segera produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Proses administrasi pelepasan kawasan hutan akan melibatkan BPN dan Dinas Pertanahan untuk memastikan semua prosedur transparan dan sesuai hukum.
Pemerintah berharap kolaborasi antara semua pihak berjalan lancar, sehingga program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bener Meriah.
Pelepasan kawasan hutan ini juga dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya lahan pertanian baru, produksi pangan di Bener Meriah diharapkan meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan lokal maupun regional.
Baca Juga : Khairmansyah Santuni Anak Yatim Piatu di Desa Simpang Lancang













