Empat Rumah Anggota DPR RI dan Sri Mulyani Dijarah Massa

Kondisi Empat Rumah Anggota DPRRI dan Sri Mulyani pasca dijarah masa.

Jakarta – Gelombang aksi massa yang berlangsung sejak akhir Agustus 2025 berujung pada penjarahan terhadap sejumlah rumah pejabat negara. Sedikitnya empat rumah anggota DPR RI dan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi sasaran amukan massa pada Sabtu (30/8) hingga Minggu (31/8).

Kejadian pertama menimpa kediaman Ahmad Sahroni, anggota DPR RI Fraksi NasDem, di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Massa menyerbu rumah tersebut dan membawa kabur berbagai barang berharga mulai dari peralatan elektronik, pakaian, ijazah, hingga surat tanah. Bagian depan rumah rusak parah, kaca pecah, dan pintu hancur, sementara sejumlah kendaraan juga dirusak.

Penjarahan serupa juga dialami Uya Kuya, anggota DPR RI Fraksi PAN, di Duren Sawit, Jakarta Timur. Rumahnya diserbu pada Sabtu malam, dan polisi telah menangkap tujuh orang terduga pelaku. Barang-barang seperti kulkas, televisi, dan pakaian hilang dibawa massa.

Tak hanya itu, rumah Eko Patrio, anggota DPR RI Fraksi PAN, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, juga tak luput dari serangan massa. Selain barang elektronik dan perabotan, bahan makanan di dalam rumah ikut dijarah. Kondisi rumah pascakejadian penuh pecahan kaca dan coretan cat semprot.

Rumah Nafa Urbach, anggota DPR RI Fraksi NasDem, di Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi target berikutnya. Massa masuk pada Minggu pagi (31/8) setelah sebelumnya menyerbu kediaman Sahroni dan Eko Patrio. (Baca juga: Polres Bener Meriah Gelar Sholat Ghaib untuk Pengemudi Ojol)

Sementara itu, rumah dinas Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro juga menjadi sasaran penjarahan pada Minggu dini hari. Menurut saksi, ada aba-aba berupa letusan kembang api sebelum massa menerobos masuk. Barang elektronik, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga dilaporkan raib. (Baca juga: Deretan Rumah Pejabat yang Dijarah Massa)

Polri menyatakan telah mengamankan sejumlah pelaku dari berbagai lokasi dan memperketat pengamanan di kediaman pejabat negara untuk mengantisipasi kejadian serupa. Aksi penjarahan ini terjadi di tengah gelombang protes besar terkait kenaikan tunjangan anggota DPR, pernyataan pejabat yang menuai kritik, kenaikan biaya hidup, serta kematian seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan taktis polisi.

Sejumlah partai politik telah mengambil langkah tegas. DPP NasDem menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI mulai 1 September 2025. Langkah serupa dilakukan PAN terhadap Eko Patrio dan Uya Kuya.(wen) (Baca juga: Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketum PWI Pusat)