REDELONG- Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bener Meriah menetapkan Enam Program Kesiswaan sebagai fokus pembinaan siswa tahun 2026 mendatang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bener Meriah, Subandi, menyampaikan kebijakan tersebut saat diwawancarai melalui sambungan telepon pada Selasa.
Subandi menegaskan Enam Program Kesiswaan bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Program pertama menitikberatkan pemantauan, monitoring, dan evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2026–2027 secara menyeluruh.
Cabang Dinas Pendidikan memastikan pelaksanaan PPDB berjalan transparan, objektif, serta sesuai regulasi yang berlaku di seluruh sekolah.
Program kedua mencakup pendataan dan pengelolaan data siswa secara komprehensif pada seluruh satuan pendidikan menengah Bener Meriah.
Baca Juga :Bantah Naikan Tarif Secara Sepihak, Sarhamiza Tegaskan Surat yang Beredar
Pendataan tersebut meliputi data per jenjang, jenis kelamin, rombongan belajar, siswa berprestasi, hingga siswa kurang mampu.
Selain itu, sekolah juga mendata siswa yatim piatu, penerima Program Indonesia Pintar, serta berbagai bantuan pendidikan lainnya.
Program ketiga berfokus pada pemantauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA, SMK, dan SLB.
Cabang Dinas Pendidikan mengawasi MPLS agar mendukung adaptasi siswa baru dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Program keempat mengawasi pelaksanaan seleksi bakat dan minat siswa bidang akademik maupun non-akademik tahun 2026.
Seleksi tersebut berlangsung di tingkat kabupaten maupun melalui fasilitasi pemerintah untuk menjaring potensi unggulan siswa.
Program kelima menekankan pengembangan potensi dan prestasi siswa di setiap satuan pendidikan secara berkelanjutan.
Sekolah mendorong peningkatan daya saing peserta didik melalui pembinaan akademik dan kegiatan pengembangan diri terarah.
Program keenam memprioritaskan pembinaan karakter dan disiplin siswa sebagai bagian penguatan pendidikan karakter nasional.
Selain Enam Program Kesiswaan, Cabang Dinas Pendidikan juga menjalankan program kesiswaan pasca bencana tahun 2026.
Program pasca bencana mencakup trauma healing, pembelajaran berbasis alam, posko bantuan, serta penyaluran donasi pendidikan.
Subandi berharap seluruh program berjalan optimal demi pemulihan mental, sosial, dan peningkatan kualitas pendidikan Bener Meriah. (wen)













