BENER MERIAH – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bener Meriah resmi membuka media center sementara di Retro Café, menyusul terbatasnya akses komunikasi dan internet di wilayah tersebut akibat bencana beberapa hari terakhir.
Pembukaan media center ini menjadi langkah strategis agar kerja-kerja jurnalistik tetap berjalan optimal di tengah kondisi darurat.
Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri, mengatakan bahwa saat ini media center sudah dilengkapi jaringan internet berbasis Starlink yang dipinjamkan oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu seluruh wartawan dalam mengirimkan berita, foto, maupun video secara cepat dan stabil.
“Saat ini sudah tersedia jaringan Starlink di media center PWI. Kami membuka tempat ini agar semua wartawan bisa bekerja lebih baik, tanpa harus berpindah-pindah mencari sinyal,” ujar Mashuri.
Ia mengajak seluruh jurnalis dari berbagai media untuk memanfaatkan fasilitas ini secara bersama. Menurutnya, kolaborasi antar media sangat dibutuhkan pada masa krisis untuk memastikan informasi penting dapat tersampaikan kepada masyarakat luas.
Meski demikian, Mashuri menegaskan bahwa penggunaan jaringan Starlink di media center PWI tidak dibuka untuk umum.
Hal ini dilakukan agar kapasitas jaringan tetap stabil dan dapat difokuskan untuk kebutuhan peliputan bencana.
Namun, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang juga kesulitan berkomunikasi, PWI Bener Meriah berencana membuka layanan telepon khusus dalam waktu dekat.
“Kami memahami bahwa masyarakat juga butuh berkomunikasi, terutama untuk menghubungi keluarga di luar daerah. Karena itu, kami akan membuka layanan telepon terbatas bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Mashuri juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bener Meriah, H. Tagore Abu Bakar, yang telah memberikan kepercayaan kepada PWI dengan meminjamkan perangkat Starlink.
Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap pentingnya peran pers dalam situasi bencana.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Bener Meriah yang telah memberikan Starlink kepada PWI untuk digunakan secara bersama oleh wartawan. Ini sangat membantu kami dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Dengan berfungsinya media center di Retro Café, PWI Bener Meriah berharap proses peliputan bencana, evakuasi, kondisi pengungsian, hingga kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan secara lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi.
Media center ini direncanakan akan beroperasi hingga layanan telekomunikasi di wilayah Bener Meriah kembali pulih sepenuhnya.(wen)













