Sasi Penulis Muda 15 Tahun Menembus Kancah Internasional

Sasikirana Ramaniya Putri Lestiyanto Siswi SMAN 1 Bukit, Kabupaten Bener Meriah

REDELONG — Di usia 15 tahun, sebagian remaja mungkin masih sibuk mencari jati diri. Namun bagi Sasikirana Ramaniya Putri Lestiyanto, atau akrab disapa Sasi, perjalanan hidupnya mulai ditulis dengan tinta prestasi. Siswi SMAN 1 Bukit, Kabupaten Bener Meriah ini baru saja menorehkan catatan gemilang: meraih juara dalam Seleksi Penulis Nasional yang digelar oleh Penerbit Buku (YKSB) Yayasan Kampung Serdang Beradat, Sumatera Utara.

Sasi baru saja mengukir kisah emas, namanya terpilih sebagai juara dalam Seleksi Penulis Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Kampung Serdang Beradat (YKSB), Sumatera Utara. Ini bukan sekadar kemenangan di atas kertas; ini adalah lompatan mimpi yang membawanya langsung ke kancah global.

Kemenangan ini secara resmi membuka pintu bagi Sasi untuk mengikuti Workshop Penulis Internasional Scribe Bridge International (SBI) yang akan diselenggarakan di Malaysia dan Thailand pada 23–26 Oktober 2025. Sebuah kesempatan langka, sebuah janji bahwa kata-kata Sasi akan mulai melanglang buana.

Yang paling mengharukan, dan membuat publik terperangah, Sasi adalah peserta sekaligus pemenang termuda di antara para penulis berbakat lain.

Dari Rasa Penasaran Menjadi Sejarah

Langkah besar Sasi berawal dari hal yang sangat sederhana: sebuah unggahan di Instagram.

“Awalnya saya cuma penasaran,” tutur Sasi dengan mata berbinar, mengenang momen saat ia melihat informasi lomba dari akun YKSB Publisher. “Tapi saya berpikir, kenapa tidak mencoba? Saya hanya ingin menguji, sejauh mana kemampuan saya bisa membawa saya.”

Dengan bekal keberanian dan keyakinan diri, gadis berhijab ini mendaftar. Melalui proses seleksi yang ketat, termasuk wawancara yang mengupas kedalaman ide dan gaya penulisan, Sasi diumumkan sebagai salah satu pemenang. Para juri bahkan mengakui bahwa kedalaman perspektif dan kematangan berpikir Sasi dinilai melampaui usianya.

Baca Juga :PWI Bener Meriah Mantapkan Komitmen, Dari Seremoni ke Aksi Nyata

“Dia memiliki perspektif yang matang, bukan sekadar kata-kata, tapi ada jiwa yang berbicara di dalamnya. Kemampuan komunikasi bahasa Inggrisnya juga sangat baik,” puji salah satu juri dalam rilis resminya.

Mimpi yang Terbang ke Negeri Jiran

Kini, tiket berharga itu ada di genggamannya. Penerbangan menuju Malaysia dan Thailand akan menjadi saksi langkah kecilnya menuju dunia yang lebih luas. Ia akan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta menimba ilmu dalam workshop kepenulisan bersama mentor-mentor internasional.

“Ini adalah pengalaman yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup,” ucap Sasi penuh harap. “Saya ingin belajar banyak hal, menyerap setiap ilmu, dan membawa pulang nama baik sekolah, orang tua, dan tentu saja Bener Meriah.”

Menulis, bagi Sasi, bukanlah sekadar hobi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Ia tengah merampungkan buku perdananya yang berjudul “Bulan Dalam Diam,” yang akan diterbitkan YKSB Publisher dengan nomor ISBN resmi. Sebuah karya yang ia harapkan menjadi permulaan dari ribuan kata dan cerita yang akan lahir dari hatinya.

Keberhasilan luar biasa ini adalah hasil dari dukungan tanpa batas. Sasi tak lupa menyampaikan terima kasih yang tulus kepada orang-orang yang menjadi tiang penyangganya: keluarga tercinta, Kepala Sekolah SMAN 1 Bukit, Kak Wati dari Bimbel FEC Pondok Baru, dan YKSB Publisher yang telah menjadi jembatan mimpinya..acehtourism

Di bawah langit Bener Meriah, Sasi telah menulis satu babak penting dalam hidupnya. Kisahnya mengajarkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk digapai, bahkan ketika kita adalah yang termuda. (wen)