Redelong – Di lembah yang masih menyimpan sisa dingin kabut pagi, Desa Reje Guru di Kecamatan Bukit, Bener Meriah, tiba-tiba terbangun oleh simfoni baru. Bukan lagi senyap, melainkan deru cangkul, ayunan sabit, dan riuh tawa yang berpadu di atas tanah merah.
Kamis (16/10/2025) menjadi hari penanda, ketika sepetak jalan yang baru lahir dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0119/Bener Meriah mulai dimuliakan.
Jalan itu, yang sebelumnya hanya rimbun semak belukar—sebuah urat nadi desa yang terputus—kini perlahan menampakkan wajahnya. Bagi warga Reje Guru, jalur ini bukan sekadar hamparan kerikil dan tanah padat.
Baca Juga :PWI Bener Meriah Mantapkan Komitmen, Dari Seremoni ke Aksi Nyata
Ia adalah simbol harapan yang membuncah, sebuah jembatan penghubung yang menjanjikan panen yang lebih cepat diangkut dan kehidupan yang lebih mudah dijangkau.
Kemanunggalan di Balik Debu Merah
Pagi itu, tidak ada sekat, tidak ada pangkat. Prajurit TNI dan masyarakat melebur menjadi satu kekuatan. Baju loreng dan baju biasa berlumur debu yang sama. Koordinator Lapangan TMMD, Letda Kav Bambang, yang mewakili Dansatgas Letkol Inf Ahmad Fauzi, menegaskan makna aksi bersih-bersih ini.
“Pembersihan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga dan merawat janji ini,” ujar Bambang. “TMMD tidak hanya membuka akses, tapi memastikan manfaatnya abadi. Lingkungan jalan harus bersih dan rapi, agar fungsinya maksimal.”
Suasana gotong royong terasa hidup dan menghangatkan. Canda ringan meluncur bebas di antara napas yang memburu. Para prajurit berbagi cerita dengan petani setempat, sementara kaum ibu tanpa diminta telah menyiapkan bekal dan air pelepas dahaga—seolah energi gotong royong itu terpancar dari setiap tegukan kopi dan potongan kue. Di kejauhan, anak-anak desa berlarian, menjadi saksi mata bagi pelajaran hidup paling berharga: kekuatan kebersamaan..acehtourism
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Jalan ini, sambung Bambang, akan menjadi arteri penting untuk mempercepat mobilitas warga dalam mengangkut hasil bumi dan kebutuhan sehari-hari. Namun, di atas semua manfaat logistik itu, ada misi yang jauh lebih mulia.
TMMD, melalui setiap ayunan cangkul dan peluh yang menetes, mengukir kembali makna kemanunggalan TNI dan rakyat.
Program ini adalah kanvas tempat nilai kebersamaan dilukis tebal, membuktikan bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal material, tapi soal ikatan batin.
“Dengan kerja sama yang erat ini, kami yakin hasil pembangunan akan memberi manfaat nyata, sekaligus memperkokoh fondasi hubungan TNI dengan rakyat di Bener Meriah,” tutup Bambang dengan nada optimis.
Kini, ketika matahari perlahan turun, mewarnai hasil kerja seharian dengan cahaya jingga, jalan baru di Reje Guru telah tenang.
Ia seolah mengirimkan sebuah pesan kepada setiap warga yang melintas: Pembangunan yang sesungguhnya selalu lahir dari tiga unsur—Tanah, Keringat, dan sebuah Janji Kebersamaan yang tak akan lapuk dimakan waktu.













