Redelong – Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, memimpin forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Senin (13/4/2026).
Dalam arahannya, Wabup Armia menegaskan sejumlah fokus utama pembangunan daerah ke depan, yakni transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan dan penanggulangan bencana.
Ia menjelaskan, transformasi ekonomi harus berpijak pada kekuatan lokal, khususnya komoditas unggulan seperti kopi. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan petani kopi di Bener Meriah tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam rantai industri olahan.
“Tingkatkan nilai tambah, sehingga kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan kualitas hidup masyarakat tetap menjadi prioritas. Sektor pendidikan dan kesehatan, menurutnya, tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan tidak boleh ada anak di Bener Meriah yang putus sekolah ataupun kesulitan mengakses layanan kesehatan yang layak.
Di sisi lain, Armia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Sebagai daerah tangkapan air, pembangunan di Bener Meriah harus selaras dengan upaya pelestarian alam serta mitigasi bencana.
“Penanggulangan bencana wajib dilaksanakan agar generasi mendatang tetap bisa menikmati kesejukan udara dan kejernihan air di daerah ini,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Wabup Armia mengingatkan agar kegiatan konsultasi publik tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan benar-benar menghasilkan arah kebijakan yang jelas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya kegiatan seremonial, tetapi memiliki tujuan, sasaran, dan arah kebijakan yang jelas demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bener Meriah,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk menyimak secara serius setiap masukan dari masyarakat. Kepada tokoh masyarakat dan para pemangku kepentingan, Armia mengajak agar memberikan saran yang konstruktif dan realistis.
“Mari kita susun rencana yang membumi, yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat dari Pintu Rime Gayo hingga ke Samar Kilang,” pungkasnya. (Gona)













