Satgas Pacu Pembangunan Jembatan Darurat Tenge Besi

Satgas Pacu Pembangunan Jembatan
Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana bersama warga setempat berjibaku membangun jembatan darurat menggunakan kayu balok di Umah Besi, Desa Ronga Roga Kamis(18/17).(wen)

REDELONG —Satgas pacu pembangunan jembatan darurat di Umah Besi menyusul bencana alam yang merusak jembatan utama dan melumpuhkan total akses transportasi warga.

Akibat kerusakan tersebut, aktivitas masyarakat lumpuh, distribusi logistik terhambat, dan layanan darurat kesulitan menjangkau wilayah terdampak.

Menindaklanjuti kondisi itu, Satgas pacu pembangunan jembatan sebagai langkah penanganan darurat guna membuka kembali akses dari Umah Besi menuju Tanga Besi.

Hingga Kamis, (18/12) Satgas terus memacu pembangunan jembatan darurat sebagai langkah penanganan awal untuk membuka kembali akses dari Umah Besi menuju Tanga Besi.

Baca Juga : Pemkab Bener Meriah Sudah Salurkan 339,6 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi

Mobile Clinic IDI Bener Meriah Tembus Wilayah Terisolir Mesidah, Layani 158 Warga

Satgas membangun jembatan darurat menggunakan material kayu balok yang tersedia di sekitar lokasi.

Personel gabungan bekerja sejak pagi hingga sore hari dengan semangat gotong royong demi mempercepat proses pembangunan agar masyarakat segera kembali beraktivitas.

Danramil 03/TG, Kapten Inf Takdir, menyatakan pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas utama penanganan pascabencana.

Ia menegaskan Satgas mengambil langkah cepat untuk memulihkan konektivitas warga yang terputus.

“Satgas memacu pembangunan jembatan darurat agar mobilitas masyarakat kembali berjalan, distribusi logistik lancar, dan layanan darurat bisa masuk ke wilayah ini,” ujar Kapten Inf Takdir.

Ia menjelaskan jembatan darurat tersebut berfungsi sebagai penghubung sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Meski bersifat sementara, jembatan ini mampu menopang aktivitas dasar masyarakat dan mendukung pemulihan wilayah terdampak.

Kapten Inf Takdir menambahkan Satgas melibatkan personel gabungan dalam pembangunan jembatan darurat.

Para personel bekerja bersama masyarakat setempat meski menghadapi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.

“Medan di lokasi cukup berat dan cuaca sering berubah, namun Satgas tetap bekerja maksimal agar jembatan darurat ini segera dapat dimanfaatkan warga,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jembatan darurat akan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat serta memperlancar pendistribusian bantuan ke wilayah Umah Besi.detik

“Dengan terbukanya kembali akses transportasi, masyarakat bisa perlahan menjalankan aktivitas seperti biasa dan roda perekonomian kembali bergerak,” tandasnya. (Wen)