Pembangunan 914 Unit Huntara untuk Warga Bener Meriah Sedang Diproses

pembangunan 914 unit Huntara

REDELONG- Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus memproses pembangunan 914 unit Huntara  (hunian sementara) bagi warga kehilangan rumah akibat banjir bandang.

Hingga saat ini sebagian besar warga terdampak masih bertahan di tenda pengungsian sementara lainnya memilih menumpang di rumah kerabat.

Pemerintah mempercepat pembangunan huntara agar warga korban bencana dapat segera meninggalkan pengungsian dan kembali menjalani kehidupan normal.

Pembangunan huntara tersebut menyasar warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor melanda Bener Meriah.

Lokasi pembangunan huntara di Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam

Pemerintah menetapkan sejumlah lokasi pembangunan huntara termasuk Kampung Wih Pesam Kecamatan Wih Pesam sebagai titik utama pembangunan.

Selain Wih Pesam beberapa kampung lain juga masuk perencanaan pembangunan huntara sesuai kebutuhan dan kondisi lahan tersedia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah Ilham Abdi menyatakan proses pembangunan huntara saat ini masih berlangsung.detik

Baca Juga :Bantah Naikan Tarif Secara Sepihak, Sarhamiza Tegaskan Surat yang Beredar Palsu

Menurut Ilham beberapa lokasi pembangunan belum final karena adanya permintaan warga agar huntara dibangun dekat rumah kebun.

Warga berharap huntara dibangun tidak jauh dari lokasi lama agar tetap bisa mengelola kebun dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pemerintah daerah terus mengupayakan pergeseran lokasi pembangunan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kelayakan lahan.

Ilham menyebut sejumlah lokasi pembangunan huntara sudah final seperti Kecamatan Mesidah Syiah Utama Tunyang Ketipis dan lainnya.

Di Kampung Tunyang Kecamatan Timang Gajah pembangunan huntara sudah memasuki tahap awal dengan pemasangan rangka bangunan.

Pemerintah menargetkan pembangunan huntara dapat selesai sebelum bulan Ramadhan agar warga bisa segera menempatinya.

Pembangunan 914 Unit Huntara diperuntukkan bagi 2116 jiwa warga Bener Meriah yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Seluruh warga yang kehilangan rumah akan mendapatkan huntara sehingga pemerintah tidak menyalurkan Dana Tunggu Harian.

Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah memilih menyediakan hunian layak dibandingkan bantuan tunai bersifat sementara.

Pembangunan 914 Unit Huntara menjadi langkah pemerintah menjamin pemulihan kehidupan warga pascabencana secara berkelanjutan.

Pemerintah berharap masyarakat bersabar dan mendukung proses pembangunan agar seluruh huntara dapat selesai tepat waktu. (Gona).