Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bergerak cepat menyikapi beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan pelanggaran syariat Islam di objek wisata Gerbuk Waterpark, Kampung Kenine, Kecamatan Timang Gajah.
Melalui Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bener Meriah, Khairmansyah, bersama unsur Dinas Syariat Islam, Dinas Pariwisata, Satpol PP, MPU, serta Camat Timang Gajah, pihak pengelola dipanggil untuk dimintai klarifikasi, Selasa (7/4/2026).
Video yang beredar di media sosial tersebut menunjukkan aktivitas pengunjung laki-laki dan perempuan yang berbaur dalam satu kolam tanpa pemisah. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan penerapan syariat Islam yang berlaku di Aceh.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Asisten I Setdakab Bener Meriah, pemerintah tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga penekanan agar pengelolaan tempat wisata berjalan sesuai aturan dan norma yang berlaku.
Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bener Meriah, Taslim, S.Ag., M.Sos, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap syariat merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
“Tempat wisata harus berjalan sesuai norma hukum dan adat istiadat di Aceh. Ini sudah kami ingatkan dan tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Pihak pengelola dalam pertemuan tersebut mengakui adanya kelalaian dan menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan, yang dituangkan dalam berita acara kesepakatan.
Beberapa poin penting yang harus dipatuhi di antaranya pemisahan kolam pemandian antara laki-laki dan perempuan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu, penggunaan hiburan dibatasi, hanya diperbolehkan melalui perangkat sederhana seperti telepon genggam atau tape recorder, tanpa menghadirkan hiburan langsung seperti keyboard maupun biduan.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memberikan kesempatan kepada pengelola untuk melakukan perbaikan. Namun, peringatan keras juga disampaikan.
“Jika pelanggaran ini kembali terjadi, maka izin usaha akan dicabut secara permanen,” tegasnya.
Pemerintah berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku usaha pariwisata di Bener Meriah agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariat dalam setiap aktivitas usaha. (Gona)













