Redelong — Kebakaran hebat melanda aula Pesantren Terpadu Ahlussunnah Waljamaah ( Aswaja) yang berada di Kampung Kebun Baru, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (29/5/2026) sore. Kobaran api menghanguskan sebagian besar lantai dua bangunan dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa tersebut sontak mengundang kepanikan masyarakat sekitar. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari bagian atap bangunan sebelum api membesar dan menjalar cepat ke seluruh plafon lantai dua.
Kapolsek Wih Pesam, Iptu Zahrul mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.10 WIB. Menurutnya, material bangunan yang didominasi kayu dan triplex membuat api dengan mudah merembet ke seluruh bagian atas aula.
“Api bergerak sangat cepat di bagian plafon lantai dua. Bahkan suhu panas menyebabkan sejumlah kaca jendela pecah,” ujar Iptu Zahrul.
Mendapat laporan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah langsung mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian sekitar pukul 17.25 WIB.
Petugas Damkar dibantu personel TNI-Polri, pengurus pesantren, serta masyarakat setempat berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di dalam komplek pesantren.
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas membuka dua sektor penanganan, yakni penyemprotan langsung ke titik api dari balkon lantai dua dan pendinginan dari bagian bawah bangunan.
Di tengah kepulan asap tebal, para santri dan warga juga terlihat membantu menyelamatkan sejumlah barang penting dari dalam gedung.
Setelah berjibaku hampir satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.15 WIB dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Dari hasil pantauan di lokasi, bagian plafon dan atap bangunan tampak hangus terbakar. Rangka baja ringan masih berdiri, namun dipenuhi jelaga hitam. Sementara beberapa bagian tangga dan struktur kayu lainnya terlihat hangus hingga menjadi arang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun tiga ruangan aula di lantai dua mengalami kerusakan berat dan tidak dapat difungsikan lagi.
Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada instalasi kabel di bagian atas plafon. Dugaan itu diperkuat karena titik api terfokus di bagian atap tanpa ditemukan sumber api dari lantai dasar bangunan.
Akibat kebakaran tersebut, aktivitas belajar dan sejumlah kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren diperkirakan akan terganggu untuk sementara waktu.
Saat ini, area bangunan yang terbakar masih berada dalam pengawasan petugas guna mengantisipasi kemungkinan runtuhan material bangunan yang telah rapuh akibat terbakar. (Gona)













