Anjing K9 Diterjunkan, Tim SAR Intensifkan Pencarian 14 Warga Hilang

Anjing K9 diterjunkan oleh Tim SAR untuk mengintensifkan pencarian 14 warga Kabupaten Bener Meriah yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Petugas Tim SAR bersama unit anjing pelacak K9 melakukan penyisiran lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah, Selasa (30/12).Gona

REDELONG – Anjing K9 diterjunkan oleh Tim SAR untuk mengintensifkan pencarian 14 warga Kabupaten Bener Meriah yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Upaya ini dilakukan setelah pencarian manual selama tiga pekan belum membuahkan hasil.

Ketua Satgas SAR Bener Meriah, Julianto Selasa (30/12/2025)  mengatakan tim gabungan terus bekerja maksimal meski medan pencarian semakin berat.

Material longsor berupa lumpur, bebatuan, dan batang kayu menutupi sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban.

“Setelah pencarian manual selama 21 hari belum membuahkan hasil, anjing K9 diterjunkan untuk membantu proses penyisiran di lokasi-lokasi yang dicurigai,” kata Julianto.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR mengerahkan tiga ekor anjing pelacak K9 yang didatangkan dari provinsi.

Penyisiran difokuskan di Kampung Rime Raya KM 60 Dusun Sejahtera, Kabupaten Bener Meriah, serta beberapa titik perbatasan wilayah Aceh Tengah yang terdampak bencana.

Menurut Julianto, penggunaan anjing pelacak diharapkan mampu mempercepat pendeteksian korban yang tertimbun material longsor.

Setelah genangan air surut, area pencarian berubah menjadi hamparan lumpur dan timbunan tanah yang sulit dijangkau secara manual.

“Ketika air sudah surut dan yang tersisa tumpukan tanah longsor, anjing K9 diterjunkan untuk membantu mengidentifikasi lokasi korban,” ujarnya.

Meski telah mengerahkan unit K9, hingga kini hasil pencarian masih nihil.

Namun demikian, Tim SAR tetap melanjutkan penyisiran, terutama di titik-titik yang dilaporkan masyarakat serta area yang mulai tercium bau menyengat.

Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan selama kondisi cuaca memungkinkan.

Koordinasi dengan aparat desa, relawan, dan masyarakat setempat juga terus diperkuat guna mendapatkan informasi terbaru terkait kemungkinan keberadaan korban.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Bener Meriah, 14 warga yang dinyatakan hilang tersebar di empat kecamatan.

Di Kecamatan Pintu Rime Gayo tercatat tujuh orang hilang, Kecamatan Wih Pesam tiga orang, Kecamatan Gajah Putih dua orang, dan Kecamatan Bandar dua orang..detik

Bencana hidrometeorologi tersebut tidak hanya menyebabkan korban hilang, tetapi juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan terganggunya akses transportasi di sejumlah wilayah Kabupaten Bener Meriah.(gona)

Baca Juga : Pemkab Bener Meriah Sudah Salurkan 339,6 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi