Belum Dibersihkan Pasca Bencana, Drainase Tersumbat Picu Banjir Lumpur di Merie Satu

 

Redelong – Banjir bercampur lumpur kembali merendam dua unit rumah warga di Kampung Merie Satu, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (31/3/2026).

Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Sairah (48) dan Sukur Abadi (28). Air yang meluap dari badan jalan masuk ke dalam rumah, membawa lumpur hingga mengotori lantai, permadani, dan perabotan milik warga.

Pantauan di lokasi, warga bersama pemilik rumah berjibaku membersihkan lumpur serta menyelamatkan barang-barang agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.

Yusni Abeng, warga setempat, menyebutkan banjir tersebut dipicu oleh luapan air dari Kampung 92 yang mengalir mengikuti badan jalan akibat sistem drainase dan gorong-gorong tidak berfungsi.

“Bukan hanya hujan deras, hujan biasa saja air sudah meluap. Ini karena drainase dan gorong-gorong masih tertutup,” kata Yusni.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan dampak dari banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Material longsor hingga kini masih menutup sejumlah gorong-gorong, terutama di sekitar Gapura Kampung 92.

Akibatnya, setiap kali hujan turun, air dari wilayah atas tidak memiliki saluran yang lancar dan akhirnya meluap ke jalan hingga masuk ke rumah warga.

Warga Merie Satu mendesak Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera turun tangan melakukan pembersihan dan normalisasi drainase serta gorong-gorong di wilayah tersebut.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir banjir serupa akan terus berulang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (Gona)