REDELONG – Sudah 54 hari bencana banjir bandang dan tanah longsor berlalu. Namun hingga kini Akses jalan nasional Bireuen – Takengon belum rampung di perbaiki.
Akibat lambatnya penanganan akses jalan nasional itu sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama bagi para pengusaha
Owner Cafe Arador, Edi Zulkifli mengungkap, pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda daerah Gayo omzed (Pendapatan) dari cafenya turun drastis.
“Sebelum bencana omzed kami per hari mencapai Rp 5-7 juta kalau di hari libur atau weekend. Namun pasca bencana omzed per hari hanya Rp 1 juta itu pun kalau hari weekend,”ungkap Edi Zulkifli, Senin (19/1/2026) saat dikonfirmasi media ini.
Edi menuturkan, omzed nya turun karena kurangnya pengunjung dari luar kota akibatkan akses jalan nasional Bireuen – Takengon belum pulih total. Mereka takut berkunjung ke Gayo dengan kondisi jalan yang masih rusak.
“Tentu mereka berpikir untuk liburan ke gayo dengan kondisi jalan nasional yang masih rusak. Sebab akan menambah biaya perbaikan mobil,”ujar Anggota DPRK Bener Meriah itu.
Edi berharap, Pemerintah pusat betul betul membenahi atau memperbaiki jembatan atau jalan yang telah rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di jalan nasional Bireuen – Takengon .
Dengan kondisi akses jalan seperti saat ini, dampaknya sangat terasa terhadap perekonomian masyarakat. Pasalnya, harga kebutuhan pokok meningkat, sementara mata pencarian warga terganggu bahkan sampai kehilangan mata pencarian.
Sementara itu salah satu warga Suka Ramai, Dasa menilai penanganan pemerintah pusat dalam menangani jalan nasional yang rusak sangat lelet.
“Sudah 45 hari bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi, tapi baru siang ini akses jalan nasional di kawasan Gegerung baru selesai di kerjakan,”ujar Dasa.
Akibat lambatnya penanganan itu, warga terpaksa harus melewati jalan alternatif dari arah Jamur Ujung menuju Teritit yang memakan waktu.
“Karena adanya pengerjaan penimbunan jalan yang amblas, di berlakukan sistem buka tutup jalur. Kalau tidak warga harus melalui jalan alternatif,”jelas Dasa.
Sehingga, lanjut Dasa, yang biasanya dari Jamur Ujung, dan Suka Rame menuju Teritit hanya memakan waktu 5 menit. Namun pasca bencana memakan waktu 2 hingga 3 jam.
“Alhamdulillah siang ini sudah selesai mereka kerjakan. Namun kami berharap dalam transisi pemulihan ini pemerintah pusat terus mengebut perbaikan akses jalan dan jembatan yang ada di jalur Nasional,”pinta Dasa. (Gona)
Baca Juga :Bantah Naikan Tarif Secara Sepihak, Sarhamiza Tegaskan Surat yang Beredar













