REDELONG- Di saat bencana alam memutus jalan, merobohkan rumah, dan membungkam suara warga yang terisolasi, Drone BRIPKA Joe Sastra justru menjadi mata dan suara yang menembus batas.
Dari langit Kabupaten Bener Meriah, rekaman demi rekaman yang diambil BRIPKA Joe Sastra, personel Polres Bener Meriah sekaligus konten kreator Humas, berhasil membuka mata Indonesia tentang beratnya cobaan yang tengah dihadapi masyarakat di daerah pegunungan Aceh itu.
Konten-konten tersebut diunggah melalui akun media sosial resmi Polres Bener Meriah Polda Aceh. Tak hanya berhenti di sana, video-video itu juga diremaker oleh sejumlah akun besar dan kreator lainnya, sehingga menjangkau audiens yang jauh lebih luas.
Selain di akun resmi institusi, BRIPKA Joe Sastra juga mengunggah sebagian konten tersebut di akun pribadinya sebagai seorang konten kreator yang sebelumnya pernah dikenal luas saat event MTQ Aceh Pidie Jaya 2025.
Melalui unggahan video berbasis drone, BRIPKA Joe menghadirkan kondisi lapangan secara nyata dan apa adanya.
Bukan sekadar potongan gambar dramatis, tetapi dokumentasi visual yang menggambarkan kerusakan, keterisolasian, serta perjuangan warga bertahan hidup di tengah bencana banjir bandang dan longsor.
Dari sudut pandang udara, publik dapat melihat gambaran utuh dampak bencana yang sebelumnya hanya terdengar melalui laporan singkat.
Salah satu video yang paling menyentuh perhatian publik adalah rekaman banjir bandang di kawasan Lampahan.
Dari udara, terlihat derasnya aliran air berlumpur menyapu pemukiman, lahan pertanian, serta akses jalan warga.
Video tersebut viral di TikTok, ditonton hingga 713,5 ribu kali dan disukai lebih dari 27,7 ribu pengguna. Kolom komentar dipenuhi ungkapan empati, doa, dan dukungan moral dari masyarakat berbagai daerah di Indonesia.
Tak lama berselang, BRIPKA Joe kembali mengunggah kondisi Jembatan Umah Besi yang terkikis longsor. Jembatan yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga kini terputus dan tak lagi bisa dilintasi.
Dari rekaman drone, terlihat jelas bagian kondisi jembatan yang amblas, menyisakan jurang dalam yang memutus akses ekonomi dan sosial masyarakat.
Video ini kembali viral dengan jumlah penonton mendekati 600 ribu kali, bahkan menyebar luas setelah dibagikan ulang oleh berbagai akun media sosial lainnya.
Namun, dari sekian banyak konten yang diunggah, ada satu video yang benar-benar menggugah nurani. BRIPKA Joe merekam kondisi Dusun Pintu Rimba, Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, di mana sekitar 40 rumah warga hilang ditelan banjir bandang.
Bukan sekadar rusak atau terendam, rumah-rumah tersebut benar-benar lenyap, menyisakan puing dan hamparan lumpur.
Untuk sampai ke lokasi itu, BRIPKA Joe harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Jalan menuju dusun tertutup longsor, licin, dan berbahaya.
Namun keterbatasan medan tidak menyurutkan langkahnya. Dengan peralatan sederhana dan tekad kuat, ia merekam kenyataan pahit yang dialami warga, agar suara mereka sampai ke luar daerah.
Baru-baru ini, konten lain yang tak kalah menggemparkan adalah unggahan tentang jalur KKA yang terisolir. Video tersebut menggambarkan betapa beratnya perjuangan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras dan BBM.
Jalan terjal, berlumpur, dan licin di jalur KKA—yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara—menjadi satu-satunya akses yang harus dilalui warga.
Konten ini diunggah di akun Instagram Polres Bener Meriah Polda Aceh dan kembali diremaker oleh kreator lain hingga meraih jutaan penayangan.
Dampak dari video-video tersebut terasa nyata. Setelah konten-konten itu viral, bantuan mulai berdatangan.
Donasi dari berbagai pihak mengalir, relawan bergerak menuju lokasi, dan bantuan logistik disalurkan ke posko-posko pengungsian.
Banyak pihak mengaku mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan justru dari rekaman Drone BRIPKA Joe Sastra drone yang diunggah .
Tak hanya berperan sebagai dokumentasi bencana, video-video itu juga menjadi sumber informasi penting bagi masyarakat.
Warga dapat mengetahui kondisi jalan, jembatan yang tak bisa dilalui, serta wilayah yang masih terisolasi. Informasi ini membantu masyarakat untuk lebih waspada dan mengambil keputusan yang tepat dalam beraktivitas.
Di luar tugas kepolisian, BRIPKA Joe Sastra juga dikenal sebagai konten kreator profesional yang telah bekerja sama dengan berbagai brand besar dan ternama, salah satunya Parkside Group Hotel, serta sejumlah brand lainnya.
Pengalaman tersebut turut membentuk kemampuannya menyajikan konten visual yang kuat, komunikatif, dan berdampak luas.
Apa yang dilakukan BRIPKA Joe Sastra menunjukkan wajah humanis Polri di tengah masyarakat.
Di era digital, kamera dan drone menjadi alat pengabdian, menjembatani informasi, empati, dan kepedulian.
Dari langit Bener Meriah, rekaman yang ia hasilkan bukan sekadar konten viral, melainkan panggilan nurani agar tak ada penderitaan yang luput dari perhatian bangsa.
Baca Juga : Di Tengah Bencana, Dua Prajurit TNI Memangul Harapan Anak Kembar
detik













