REDELONG (RA) — Keluhan penumpang mewarnai proses pencatatan penumpang pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara rute Banda Aceh–Medan di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.
Sejumlah calon penumpang menyuarakan kekecewaan karena sistem pencatatan yang mereka nilai tidak transparan dan sering berubah menjelang keberangkatan.
Para calon penumpang mengaku mereka menunggu selama berhari-hari di Bandara Rembele untuk memperoleh kesempatan berangkat.
Warga menyebut mereka harus mencari perantara agar petugas mencatat nama mereka dalam daftar penumpang. Namun, pencatatan tersebut tidak menjamin kepastian keberangkatan.
Salah seorang calon penumpang menjelaskan bahwa petugas sempat mencatat namanya dan menempatkannya pada urutan awal daftar.
Saat proses pemanggilan berlangsung, petugas tidak memanggil namanya dan menggantinya dengan nama lain. Kondisi tersebut membuat penumpang kecewa karena ia telah lama menunggu tanpa kejelasan.
Penumpang juga menyoroti peran petugas pencatatan penumpang berinisial Sertu A.M. dari unsur TNI Angkatan Udara.
Menurut penumpang, petugas tersebut menentukan daftar penumpang yang berangkat dan kerap mengubah susunan nama tanpa penjelasan terbuka.
Hasil penelusuran wartawan di Bandara Rembele menguatkan keluhan penumpang di Bandara Rembele tersebut.
Wartawan melihat langsung Sertu A.M. menuliskan ulang nama-nama calon penumpang ke selembar kertas sebelum memulai pemanggilan keberangkatan.
Baca Juga : Pemkab Bener Meriah Sudah Salurkan 339,6 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
Ia menyusun daftar dengan merujuk pada catatan sebelumnya serta sebuah telepon genggam yang ia pegang.
Petugas menjalankan proses pencatatan secara tertutup tanpa memperlihatkan daftar penumpang kepada calon penumpang.
Ia tidak menempelkan papan pengumuman resmi dan tidak membuka akses publik untuk memastikan urutan maupun jumlah penumpang yang berhak berangkat.
Setelah menyusun daftar tersebut, Sertu A.M. memanggil penumpang satu per satu sesuai catatan yang ia buat.
Situasi ini memicu pertanyaan dari penumpang yang merasa telah terdaftar namun tidak dipanggil.
Beberapa penumpang menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan. Namun, petugas tidak memberikan keterangan rinci mengenai dasar perubahan daftar penumpang.
Para penumpang berharap pihak berwenang segera mengevaluasi sistem pencatatan penumpang pesawat Hercules agar berjalan terbuka, tertib, dan adil.
Hingga berita ini terbit, pengelola Bandara Rembele dan pihak TNI Angkatan Udara belum menyampaikan keterangan resmi.detik
Redaksi terus mengupayakan konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang, namun yang bersangkutan terlihat arogan dan engan berbica.(wen)













