Lagi, Gempa Berkekuatan 3.0 Magnitudo Guncang Bener Meriah   

gempa berkekuatan

REDELONG — Gempa bumi kembali mengguncang Kabupaten Bener Meriah, memicu kepanikan warga yang masih trauma akibat gempa beruntun beberapa pekan terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kembali melaporkan gempa berkekuatan 3,0 magnitudo terjadi pada Senin sore, 19 Januari 2026.

Gempa tersebut tercatat terjadi sekitar pukul 16.40.26 WIB dengan pusat gempa berada di wilayah barat Kabupaten Bener Meriah.

BMKG menyebutkan lokasi gempa berada pada koordinat 4.72 Lintang Utara dan 96.83 Bujur Timur dengan kedalaman dangkal.

Kedalaman gempa yang hanya empat kilometer membuat getaran terasa cukup jelas di sejumlah wilayah permukiman penduduk.

Getaran gempa dirasakan warga di Kecamatan Wih Pesam, Bukit, dan Bandar, sehingga memicu kepanikan dan kepengungsian sementara.

Sebagian warga dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat guncangan mulai terasa cukup kuat.

Kepanikan itu dialami Erma HWI, warga Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, saat gempa terjadi ketika dirinya sedang mandi.

Erma mengaku tengah keramas ketika tiba-tiba shower bergoyang kencang dan suaminya berteriak memperingatkan adanya gempa bumi.detik

Baca Juga :Bantah Naikan Tarif Secara Sepihak, Sarhamiza Tegaskan Surat yang Beredar

Dalam kondisi panik, Erma langsung berlari keluar rumah hanya mengenakan handuk dengan kepala masih dipenuhi busa sampo.

Ia mengatakan kepanikan semakin bertambah karena kondisi lututnya masih sakit akibat terjatuh dari sepeda motor sehari sebelumnya.

Meski menahan rasa sakit, Erma memilih menyelamatkan diri karena takut guncangan susulan yang lebih besar terjadi.

Menurut Erma, gempa yang terus terjadi dalam sebulan terakhir membuat warga hidup dalam rasa cemas dan trauma berkepanjangan.

Beberapa gempa sebelumnya hanya terdengar suara gemuruh, namun guncangan kali ini dirasakan jauh lebih kuat oleh warga.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena kedekatan wilayah pemukiman dengan Gunungapi Burni Telong yang masih aktif.

Warga takut aktivitas kegempaan berkaitan dengan kondisi Gunungapi Burni Telong yang berada tidak jauh dari permukiman.

Sementara itu, Badan Geologi mencatat aktivitas kegempaan Gunungapi Burni Telong terjadi lebih dari sepuluh kali setiap hari.

Jenis gempa yang tercatat meliputi gempa vulkanik dangkal, vulkanik dalam, tektonik lokal, serta tektonik jauh.

Petugas Pos Pengamatan Burni Telong, Ihsan Nova Abadi, melaporkan peningkatan aktivitas gempa dalam beberapa hari terakhir.

Pada 16 Januari 2026 tercatat lima belas gempa vulkanik dalam dan tiga gempa tektonik jauh di sekitar gunung.

Kemudian pada 17 Januari 2026 terjadi tiga belas gempa vulkanik dalam serta dua gempa tektonik lokal.

Aktivitas kegempaan berlanjut pada 18 Januari 2026 dengan sebelas gempa vulkanik dalam dan beberapa gempa tektonik lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ihsan mengeluarkan rekomendasi keselamatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.

Masyarakat dan pendaki diminta tidak mendekati kawah Gunungapi Burni Telong dalam radius tiga kilometer.

Selain itu, warga diimbau menghindari kawasan fumarola dan solfatara terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Warga berharap aktivitas gempa segera mereda agar kehidupan kembali normal tanpa rasa takut berkepanjangan. (Gona)