Polisi Pulihkan Menasah Al-Taqwa yang Viral Saat Banjir Aceh

Polisi Pulihkan Menasah Al-Taqwa
Kapollres Bener Meriah saat membersihkan lumpur dan batu di Menasah Al-Taqwa Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, pascabencana banjir bandang Aceh. Menasah yang sempat viral karena dikepung dua aliran banjir itu kini perlahan bangkit, menjadi simbol kepedulian dan harapan warga.

REDELONG Polisi Pulihkan Menasah Al-Taqwa bukan sekadar frasa dalam pemberitaan pascabencana, tetapi menjadi harapan nyata bagi warga Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Menasah Al-Taqwa yang sempat viral karena bertahan di tengah kepungan banjir bandang Aceh, kini perlahan bangkit setelah personel Polres Bener Meriah turun langsung membersihkan sisa-sisa kehancuran yang ditinggalkan air bah.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2025 menyisakan luka mendalam.

Tidak hanya merenggut korban jiwa, bencana itu juga menghancurkan rumah warga, memutus akses jalan, dan melumpuhkan fasilitas umum.

Di antara puing dan lumpur, Menasah Al-Taqwa Lampahan Timur menjadi simbol keteguhan—bangunan kecil yang tetap berdiri meski dua aliran sungai mengamuk di sisi kanan dan kirinya.

Rekaman drone yang memperlihatkan menasah dikepung air bah menyebar luas di media sosial dan tayang di berbagai stasiun televisi nasional.

Menasah Al-Taqwa mendadak viral, menyita perhatian publik, pejabat, hingga tokoh nasional.

Namun, di balik popularitas itu, warga setempat harus menerima kenyataan pahit: lantai satu menasah tertimbun batu, pasir, dan kerikil, membuat ibadah hanya bisa dilakukan di lantai dua dengan ruang terbatas.

Hari-hari pascabencana dilalui warga dengan kesabaran. Lumpur mengering, namun trauma belum sepenuhnya hilang.

Hingga akhirnya, harapan itu datang bersama langkah puluhan personel berseragam.

Polisi Pulihkan Menasah Al-Taqwa menjadi kenyataan ketika Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto memimpin langsung bakti sosial pembersihan di menasah tersebut.

Sebanyak 50 personel Polri,  bahu-membahu mengangkat batu besar, menyekop pasir, dan membersihkan lumpur yang menempel di setiap sudut bangunan.

Semua menyatu dalam semangat gotong royong, menghapus sisa-sisa bencana dengan tangan dan doa.

“Kami merasa prihatin melihat kondisi menasah ini. Masyarakat tidak bisa beribadah dengan nyaman karena lantai satu terendam material banjir,” ujar AKBP Aris di sela kegiatan.

Ia menegaskan, kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk hadir saat masyarakat membutuhkan.

“Hari ini kami tergerak untuk membantu agar ibadah dapat kembali dilaksanakan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Pembersihan tidak hanya difokuskan di dalam menasah. Personel Polres Bener Meriah juga membersihkan halaman, jalan utama di depan menasah, hingga area sungai di sekitarnya.

Batu-batu besar yang terbawa arus dikeluarkan satu per satu. Pasir dan kerikil yang hampir memenuhi ruangan lantai satu disingkirkan hingga lantai kembali terlihat.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tim kurve Polres Bener Meriah yang didampingi Wakapolres Kompol Dr. Syabirin menyelesaikan pembersihan tahap awal.

Meski pekerjaan belum sepenuhnya rampung dan masih diperlukan upaya lanjutan, perubahan sudah terasa. Menasah yang sebelumnya sunyi dan kotor, mulai kembali hidup.

Bagi warga Lampahan Timur, momen ini terasa sangat emosional. Menasah Al-Taqwa bukan sekadar bangunan, melainkan pusat kehidupan sosial dan spiritual.

Di sanalah warga berkumpul, berdoa, dan menguatkan satu sama lain—terutama di masa sulit pascabencana.

Tgk Abdul Karim Harahap, pengurus Menasah Al-Taqwa, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian Polres Bener Meriah.

“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap, langkah Polisi Pulihkan Menasah Al-Taqwa menjadi amal ibadah bagi seluruh personel yang terlibat.

“Semoga apa yang dilakukan bapak-bapak polisi hari ini menjadi pahala. Berkat bantuan ini, kami berharap warga bisa segera melaksanakan shalat berjamaah dengan tenang dan nyaman,” pungkas Tgk Abdul Karim.

Menasah Al-Taqwa Lampahan Timur pernah viral karena bertahan di tengah amukan banjir.

Kini, ia kembali menjadi perhatian karena kisah kebangkitan dan kepedulian.detik

Di antara sisa lumpur dan batu yang tersingkir, menasah itu berdiri sebagai saksi bahwa setelah bencana, selalu ada tangan-tangan yang menguatkan dan harapan yang kembali tumbuh.(wen)

Baca Juga : Pemkab Bener Meriah Sudah Salurkan 339,6 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi