Redelong – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bener Meriah, Mashuri, menegaskan bahwa oknum yang diduga meminta uang Rp15 juta kepada Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah bukan merupakan anggota PWI maupun organisasi wartawan lain yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers.
Penegasan tersebut disampaikan Mashuri menindaklanjuti arahan Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang meminta PWI Bener Meriah menelusuri identitas pihak yang mengatasnamakan wartawan dalam kasus tersebut.
Menurut Mashuri, PWI berkepentingan agar persoalan tersebut diungkap secara jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Sebagai organisasi wartawan yang memiliki banyak anggota di berbagai media, tentu kami tidak ingin muncul anggapan seolah-olah anggota PWI terlibat dalam praktik seperti ini,” kata Mashuri, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa dugaan permintaan uang itu berkaitan dengan pengadaan sapi untuk kebutuhan meugang.
Mashuri menyebutkan, setelah dilakukan penelusuran awal, nama yang disebut sebagai wartawan tersebut tidak tercatat sebagai anggota PWI.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum.
Sesuai arahan Bupati Bener Meriah, kata dia, dinas terkait akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum agar dapat diproses secara terbuka dan transparan.
“Langkah ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, sekaligus memberi efek jera bagi siapa pun yang mencoba menyalahgunakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Meski demikian, Mashuri belum mengungkap identitas oknum yang dimaksud. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan dan memverifikasi berbagai bukti terkait dugaan tersebut.
“Yang jelas, dari hasil penelusuran awal, oknum tersebut bukan anggota PWI maupun organisasi wartawan lain yang merupakan konstituen Dewan Pers,” demikian Mashuri. (Gona)













