Bank Aceh Diharapkan Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Bener Meriah

bank aceh
Keterangan Foto: Sekda Bener Meriah Riswandika Putra menyerahkan cinderamata kepada Direktur Kepatuhan Bank Aceh, Numairi, yang mewakili Direktur Bank Aceh pada acara peresmian relokasi KCP Bank Aceh Syariah Simpang Balik.

Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap Bank Aceh terus menjadi lokomotif pemulihan ekonomi daerah pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Harapan itu disampaikan Sekretaris Daerah Bener Meriah Riswandika Putra saat meresmikan relokasi Kantor Cabang Pembantu Bank Aceh Syariah Simpang Balik, Senin.

Menurut Sekda, kehadiran kantor baru tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan perbankan sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah menyambut baik relokasi kantor tersebut karena menunjukkan komitmen perbankan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sekda menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen yang terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan layanan keuangan masyarakat Bener Meriah.

Ia menilai perpindahan kantor bukan sekadar perubahan lokasi pelayanan, melainkan langkah strategis memperkuat peran sektor perbankan daerah.

Menurutnya, dukungan lembaga keuangan sangat dibutuhkan dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada April lalu memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat setempat.

Peran Bank Aceh Dinilai Penting Bangkitkan Usaha Masyarakat

Sekda menjelaskan banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengalami penurunan pendapatan akibat terganggunya aktivitas perdagangan masyarakat.

Karena itu, pemerintah berharap Bank Aceh dapat meningkatkan dukungan pembiayaan kepada UMKM dan pengusaha lokal terdampak bencana.

Menurutnya, akses permodalan menjadi kebutuhan penting agar pelaku usaha mampu bangkit dan mengembangkan kembali usahanya.

Ia menegaskan pemulihan ekonomi daerah memerlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk sektor perbankan yang memiliki peran strategis.

Selain pembiayaan, dukungan pendampingan usaha juga diperlukan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan produktivitas.

Sekda mengatakan kebangkitan ekonomi masyarakat akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan pembangunan daerah.

Pemerintah daerah berharap sinergi yang terjalin selama ini dapat terus diperkuat demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Bener Meriah.

Baca Juga : BAS Tutup Saat Lebaran, Transaksi Tetap Aman Lewat Mobile Banking dan ATM

Selain mendukung pelaku usaha, Sekda meminta peningkatan layanan perbankan agar masyarakat semakin mudah mengakses berbagai kebutuhan transaksi.

Menurutnya, penambahan fasilitas Anjungan Tunai Mandiri di sejumlah wilayah masih sangat dibutuhkan masyarakat pedesaan.

Kabupaten Bener Meriah memiliki sepuluh kecamatan dengan kebutuhan layanan keuangan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Karena itu, penambahan fasilitas layanan dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat secara efektif.

Sekda juga mengapresiasi dukungan Bank Aceh terhadap penerapan transaksi elektronik dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Saat ini berbagai transaksi pemerintah telah menggunakan sistem non tunai sesuai ketentuan pengelolaan keuangan yang berlaku.

Layanan tersebut dinilai membantu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Mengakhiri sambutannya, Sekda berharap Bank Aceh terus menjadi bank kebanggaan masyarakat serta penggerak pembangunan daerah.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap memperkuat kerja sama demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. (wen)