REDELONG (RA) Akun WhatsApp Wakil Ketua II DPRK Bener Meriah Guntur Alamsyah Diretas oleh pelaku penipuan siber yang tidak bertanggung jawab kembali.
Pelaku memanfaatkan Akun WhatsApp Wakil Ketua tersebut untuk mengirim pesan berantai kepada sejumlah kontak yang tersimpan di dalam daftar pribadinya.
Ia menjalankan modus meminta pinjaman uang sebesar Rp5 juta dengan alasan mendesak dan janji pengembalian cepat pada malam hari itu.
Beberapa penerima pesan langsung merasa curiga karena gaya bahasa berbeda dari kebiasaan komunikasi sebelumnya yang biasa digunakan olehnya sehari hari.
Masyarakat kemudian mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada kerabat dekat serta rekan kerja di lingkungan pemerintahan daerah untuk memastikan kebenarannya langsung.
Mereka menolak mentransfer uang sebelum memperoleh kepastian langsung dari Guntur Alamsyah melalui saluran komunikasi resmi lainnya yang ia gunakan sehari-hari.
Klarifikasi Resmi Setelah Akun WhatsApp Wakil Ketua Diretas
Guntur Alamsyah segera mengetahui pembajakan tersebut setelah menerima laporan dari beberapa kolega yang hampir menjadi korban akibat pesan palsu itu.
Ia langsung mengambil langkah cepat dengan menyampaikan klarifikasi terbuka kepada publik melalui berbagai platform media sosial pada hari yang sama.
Dalam pernyataannya ia menegaskan bahwa peretas menggunakan identitasnya untuk menjalankan aksi penipuan kepada masyarakat luas tanpa sepengetahuan dan persetujuannya pribadi.
Baca Juga : Aksi Penipuan Online Catut Nama Wakil Ketua DPRA
Ia meminta masyarakat mengabaikan setiap permintaan transfer uang yang mengatasnamakan dirinya melalui pesan pribadi tersebut dan segera melapor kepadanya langsung.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kiriman file atau tautan mencurigakan yang berpotensi meretas perangkat serta mengambil data pribadi.
Peretas sering memanfaatkan kelengahan pengguna dengan menyisipkan malware melalui dokumen palsu yang tampak meyakinkan dan meminta korban mengunduh berkas tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan siber yang menyasar pejabat daerah untuk memperoleh keuntungan finansial instan dengan cara menipu korban.
Pemerintah daerah mendorong warga segera mengaktifkan verifikasi dua langkah guna memperkuat keamanan Akun WhatsApp Wakil Ketua dari ancaman peretasan serupa.
Langkah pencegahan tersebut dapat meminimalkan risiko pembajakan akun serta penyalahgunaan identitas untuk tindakan melawan hukum yang merugikan banyak pihak lainnya.
Guntur Alamsyah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat peretasan tersebut kepada seluruh masyarakat yang menerima pesan palsu tersebut.
Ia memastikan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang nanti.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun proaktif melindungi data pribadi agar tidak menjadi korban kejahatan digital berikutnya yang semakin marak terjadi.













