REDELONG (RA) – Bupati Bener Meriah, Ir Tagore Abubakar, menegaskan bahwa Pilkades Bersih merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Bener Meriah.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga proses demokrasi desa agar berlangsung jujur, adil, transparan, dan bebas dari berbagai pelanggaran.
Menurut Tagore, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkades memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Ia menegaskan praktik politik uang merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak kualitas demokrasi serta mencederai hak masyarakat dalam menentukan pilihan.
Karena itu, pemerintah daerah bersama panitia dan unsur pengawas diminta meningkatkan pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilihan yang berlangsung.
Tagore menyebut setiap pelanggaran harus ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Baca Juga : Bupati Bener Meriah Gandeng SCOPI, Akselerasi Pemulihan Kopi Gayo Pascabencana
Apabila ditemukan bukti yang kuat mengenai praktik politik uang, maka pelaku harus diproses melalui jalur hukum yang berlaku.
Tidak hanya itu, calon reje kampung yang terbukti melakukan politik uang juga terancam dibatalkan atau digugurkan dari pencalonannya.
Menurutnya, langkah tegas tersebut diperlukan agar seluruh peserta Pilkades memahami bahwa pelanggaran tidak akan ditoleransi oleh pemerintah.
Ia berharap seluruh calon dapat berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan program kerja, visi pembangunan, dan kemampuan memimpin masyarakat.
Pilkades Bersih Jadi Komitmen Bersama
Tagore menegaskan bahwa mewujudkan Pilkades Bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan tugas seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya Pilkades agar terhindar dari praktik politik uang maupun intimidasi.
Ia mengajak warga untuk berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran yang berpotensi mencederai proses demokrasi desa.
Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan setiap calon memperoleh kesempatan yang sama dalam kontestasi.
Tagore menilai pemimpin desa yang lahir melalui proses yang bersih akan lebih dipercaya dan didukung masyarakat.
Selain itu, reje yang terpilih secara jujur akan memiliki legitimasi kuat dalam menjalankan program pembangunan di desa.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap Pilkades serentak dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki integritas dan kapasitas memadai.
Dengan demikian, pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Tagore juga mengingatkan seluruh calon agar tidak tergoda menggunakan cara-cara yang melanggar aturan demi meraih kemenangan.
Menurutnya, kemenangan yang diperoleh melalui pelanggaran justru akan merugikan masyarakat dan mencoreng demokrasi desa.
Wartawan Diminta Ikut Mengawasi
Dalam kesempatan tersebut, Tagore turut mengajak kalangan wartawan untuk berperan aktif mengawasi pelaksanaan Pilkades di Bener Meriah.
Ia menilai media memiliki peran strategis dalam memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Pemberitaan yang objektif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga integritas demokrasi desa.
Selain itu, media juga dapat menjadi sarana kontrol sosial dalam mengawasi jalannya setiap tahapan Pilkades.
Tagore berharap wartawan dapat membantu menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran yang ditemukan selama proses pemilihan berlangsung.
Dengan adanya pengawasan dari berbagai pihak, potensi pelanggaran dapat ditekan sehingga pelaksanaan Pilkades berjalan lebih berkualitas.
Ia optimistis Pilkades serentak di Kabupaten Bener Meriah akan berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis.
Tagore berharap seluruh calon maupun pendukung dapat menjaga suasana kondusif demi kepentingan masyarakat dan pembangunan desa.
Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pemilihan, tetapi juga kualitas proses yang dijalankan.
“Jika terbukti melakukan politik uang, calon harus diproses sesuai aturan dan dapat digugurkan dari pencalonannya. Pilkades Bersih adalah harga mati,” tegas Tagore. (Wen)













