Redelong – Semangat Ramadhan dimaknai dengan aksi nyata oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bener Meriah melalui kegiatan penebaran 5.000 bibit ikan lele di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian warga binaan melalui program pembinaan produktif berbasis keterampilan.
Penebaran bibit lele dipimpin langsung Kepala Rutan Bener Meriah, Heddry Yadi, didampingi jajaran pejabat struktural serta warga binaan yang mengikuti pembinaan bidang perikanan.
Suasana kebersamaan tampak terasa ketika warga binaan turut terlibat menebarkan benih lele ke dalam kolam bioflok yang sebelumnya telah dipersiapkan secara matang. Proses persiapan dilakukan mulai dari pembersihan kolam, pengisian air hingga pengecekan kualitas air guna memastikan pertumbuhan ikan berlangsung optimal.
Heddry Yadi mengatakan, program budidaya ikan lele merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan nyata sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga belajar bekerja, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal kemandirian di masa depan,” ujarnya.
Sebanyak 5.000 ekor benih lele jenis Sangkuriang ditebar ke dua kolam bioflok yang telah disiapkan khusus. Jenis lele ini dipilih karena memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit serta pertumbuhan yang relatif cepat sehingga berpotensi menghasilkan panen optimal.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai produktivitas sekaligus semangat perubahan bagi warga binaan.
“Ramadhan bukan hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum memperbaiki diri, belajar, dan menata masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Ke depan, kolam SAE akan dirawat secara rutin oleh petugas bersama warga binaan, mulai dari pemberian pakan, pengontrolan kesehatan ikan hingga pengelolaan kualitas air.
Hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan internal rutan sekaligus memiliki nilai ekonomis sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Bener Meriah ingin menegaskan bahwa di balik keterbatasan, harapan untuk berubah dan bangkit tetap selalu ada.













