Aceh Tengah — Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Balai Desa Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Di tengah upaya warga bangkit pascabencana, bantuan kemanusiaan kembali hadir membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak.
Yayasan Masjid Nusantara bersama Yayasan Bangun Semesta menyalurkan sebanyak 127 paket sembako kepada warga korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Yayasan Masjid Nusantara, yakni Habib Isa, Rizkiy Voodooz, Mario Caesar, dan Aisyah Putri, didampingi Deni Wahyudi selaku Manajer Program Yayasan Masjid Nusantara bersama para relawan.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Balai Desa Kampung Mendale sebagai titik kumpul warga penerima manfaat dari sejumlah desa terdampak di Kecamatan Kebayakan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Aceh Tengah, Ismail, menjelaskan bahwa Kecamatan Kebayakan merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana yang terjadi pada 26 Maret lalu.
Menurutnya, terdapat 127 kepala keluarga yang masuk kategori rumah rusak berat dan menjadi prioritas penerima bantuan. Dari total 20 desa di Kecamatan Kebayakan, sebanyak 11 desa dilaporkan terdampak bencana.
“Selain kerusakan berat, sebenarnya ada juga rumah yang mengalami kerusakan ringan. Namun untuk tahap ini, bantuan difokuskan kepada warga dengan kategori rusak berat agar penyaluran lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Kebayakan. Tim kemanusiaan Yayasan Masjid Nusantara dijadwalkan melanjutkan penyaluran bantuan ke beberapa kecamatan lain yang turut terdampak, termasuk Kecamatan Bintang.
Kehadiran relawan dan para donatur menjadi penyemangat tersendiri bagi warga yang masih berupaya memulihkan kehidupan mereka setelah bencana. Bantuan sembako tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian antar sesama.
Di tengah keterbatasan, solidaritas sosial kembali menunjukkan kekuatannya — bahwa di saat musibah datang, tangan-tangan kebaikan selalu hadir untuk menguatkan.













