Peduli Korban Kebakaran Jagong Jeget, Pemkab Bener Meriah Kirim Bantuan

Redelong, rakyatgayo.com — Kepedulian terhadap warga yang sedang dilanda musibah kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Melalui Dinas Sosial, Pemkab Bener Meriah mengirim bantuan untuk korban kebakaran di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Bantuan tersebut diberangkatkan dari halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Senin (10/8/2026). Rombongan pembawa bantuan dilepas langsung Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. Armia.

Kepala Dinas Sosial Bener Meriah, Hasyimi, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran hebat yang terjadi sehari sebelumnya.

Berbagai kebutuhan dasar dibawa untuk membantu memenuhi keperluan para korban, mulai dari beras 350 kilogram, minyak makan 150 kilogram, telur 80 papan, gula 80 kilogram, handuk 100 buah, mukena 100 buah, jilbab 100 buah, seng 200 lembar hingga pakaian layak pakai sebanyak 10 goni, serta sejumlah bantuan lainnya.

“Semoga bantuan yang kita berikan bisa meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” ujar Hasyimi.

Ia menyebutkan, bantuan tersebut bukan merupakan bantuan terakhir. Dinas Sosial Bener Meriah tengah mempersiapkan bantuan lanjutan yang akan disalurkan setelah seluruh bantuan tahap kedua terkumpul.

“Insyaallah akan ada tahap kedua. Setelah bantuan tersebut terkumpul, akan kita serahkan kembali,” katanya.

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Jagong Jeget itu terjadi Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.35 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan warga.

Data sementara mencatat 96 rumah warga ludes terbakar, sementara 243 jiwa harus kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.

Tak hanya kehilangan rumah dan harta benda, dalam kejadian itu seorang ibu rumah tangga dan seorang balita juga dilaporkan mengalami luka bakar.

Di tengah kepedihan para korban, bantuan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi tanda bahwa warga yang sedang tertimpa musibah tidak menghadapi semuanya sendirian. (Gona)