Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan meningkatkan waspada.
Langkah waspada tersebut dilakukan melalui Apel Gelar Pasukan penanganan dan pencegahan Karhutla, Jumat (14/8/2026), di Lapangan Setdakab Bener Meriah.
Apel melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Pertanian serta sejumlah unsur terkait.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K. bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia turut hadir bersama Dandim 0119/BM Letkol Arh. Febry Adyanto, S.H.
Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Edwar, S.H., M.H., juga hadir bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah Dr. Samusi Purnawira Dade turut mengikuti apel tersebut.
Baca Juga : Paripurna DPRK Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025 dan Qanun Majelis Adat Gayo
Dalam amanatnya, Kapolres Bener Meriah meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan, setiap unsur terkait harus memperkuat koordinasi agar penanganan Karhutla berlangsung cepat, tepat dan terpadu.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi faktor penting untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena tindakan tersebut berpotensi memicu Karhutla.
Masyarakat diminta segera melaporkan setiap titik api atau potensi kebakaran kepada petugas untuk mendapatkan penanganan.
Pelaporan sejak dini dapat mempercepat tindakan sekaligus mencegah api menyebar menuju kawasan hutan dan lahan lainnya.
Pasukan Waspada Diperkuat
Apel tersebut melibatkan personel TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Dinas Pertanian.
Dinas Lingkungan Hidup, KPH, Tagana serta unsur terkait lainnya juga ikut memperkuat kesiapan menghadapi ancaman Karhutla.
Keterlibatan lintas sektor menunjukkan komitmen bersama dalam mencegah sekaligus menangani kebakaran hutan dan lahan.
Pemkab Bener Meriah menilai koordinasi antarlembaga menjadi kunci menghadapi potensi Karhutla secara efektif.
Setiap personel diharapkan memahami tugas masing-masing sehingga mampu bergerak cepat ketika menemukan kondisi darurat.
Pemerintah juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sikap waspada seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mencegah munculnya titik api di berbagai wilayah.
Dengan kesiapsiagaan bersama, Pemkab Bener Meriah berharap ancaman Karhutla dapat ditekan sebelum menimbulkan dampak lebih luas.















