REDELONG (RA)- Lubang Raksasa di Pondok Balik terus meluas dan menggerus jalan bekas PT KKA yang sudah lama terbengkalai milik warga sekitar.
Pemerintah membuka jalur alternatif dari Wih Pesam menuju kawasan tersebut untuk menjaga mobilitas masyarakat setempat pasca bencana alam sebelumnya besar.
Namun tanah yang labil membuat badan jalan amblas sehingga kendaraan tidak lagi dapat melintas dengan aman setiap hari tanpa henti.
Longsoran dari tebing terus bergerak dan memperlebar Lubang Raksasa yang mengancam kebun kopi milik warga sekitar di kawasan perbatasan itu.
Warga menyaksikan retakan tanah semakin panjang dan khawatir pergerakan tersebut akan menelan lahan produktif mereka dalam waktu dekat ini juga.
Petugas setempat memasang tanda peringatan dan membatasi akses kendaraan berat agar kerusakan tidak bertambah parah di jalur alternatif tersebut sementara.
Masyarakat kemudian mengalihkan perjalanan melalui Kampung Blang Paku menuju Segene Balik untuk mencapai Pondok Balik dengan jarak lebih jauh signifikan.
Sayangnya kondisi jalan penghubung tersebut rusak akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir tahun lalu sehingga sulit dilalui kendaraan.
Dampak Lubang Raksasa terhadap Aktivitas dan Ekonomi Warga
Beberapa jembatan darurat belum mampu menopang kendaraan roda empat sehingga warga hanya mengandalkan sepeda motor untuk melintasi jalur tersebut kini.
Selama ini petani mengirim cabai dan hasil bumi lainnya ke Wih Pesam karena jaraknya lebih dekat dari pusat kota Takengon.
Setelah akses utama terputus mereka memutar melalui Kute Panang dengan waktu tempuh hingga tiga jam dalam kondisi cuaca normal sekalipun.
Perjalanan panjang tersebut meningkatkan biaya transportasi dan menekan keuntungan petani yang bergantung pada penjualan harian di pasar sekitar wilayah tetangga.
Warga juga berbelanja kebutuhan pokok ke pasar Wih Pesam karena akses menuju Takengon terasa semakin sulit akibat kerusakan jalan parah.
Tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah segera menstabilkan lereng dan menutup retakan tanah sebelum situasi memburuk serta mengamankan rumah warga sekitar.
Mereka menilai penanganan cepat dapat mencegah Lubang Raksasa meluas dan merusak infrastruktur vital lainnya yang menopang ekonomi desa setempat kini.
Petani berharap pemerintah provinsi dan kabupaten bersinergi menyediakan solusi permanen untuk memulihkan akses transportasi bagi masyarakat Pondok Balik secepat mungkin.
Ahli geologi perlu melakukan kajian menyeluruh guna mengetahui penyebab pergerakan tanah yang terus terjadi di kawasan perbukitan tersebut secara ilmiah.
Baca Juga : Perkuat Karakter Religius, Sekolah Gelar Pesantren Kilat Jelang Ramadan
Kajian tersebut akan membantu pemerintah merancang langkah mitigasi bencana dan memperkuat struktur tanah yang rawan di sekitar lokasi terdampak langsung.
Sementara itu warga tetap waspada dan membatasi aktivitas di sekitar area retakan besar tersebut demi keselamatan keluarga dan tetangga mereka.
Mereka berharap kondisi segera stabil agar distribusi hasil pertanian kembali lancar dan kehidupan ekonomi pulih seperti sebelum bencana terjadi dahulu.













