Redelong – Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra terima Tim Fasilitasi Sekretariat Posko Pascabencana Hidrometeorologi Aceh, Rabu (16/9).
Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekda Bener Meriah dan membahas percepatan pemulihan daerah terdampak bencana hidrometeorologi.
Tim fasilitasi dipimpin Boby Syahputra, SE., M.Si., yang datang bersama sejumlah anggota untuk memperkuat koordinasi penanganan pascabencana.
Terima Tim, Sekda Sampaikan Aspirasi Infrastruktur
Terima Tim tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan infrastruktur terdampak bencana kepada Pemerintah Aceh.
Riswandika mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan koordinasi lebih kuat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur berjalan segera.
“Kami berharap tim dapat menyuarakan isi hati nurani kami ini di tingkat Provinsi Aceh,” ujar Riswandika.
Menurutnya, Pemerintah Aceh memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebutuhan daerah dengan pemerintah pusat terkait percepatan penanganan pascabencana.
Karena itu, berbagai aspirasi Kabupaten Bener Meriah diharapkan dapat diteruskan kepada pihak berwenang untuk memperoleh tindak lanjut.
Riswandika menyebutkan, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah sebelumnya.
Kerusakan tersebut antara lain terjadi pada jembatan, ruas jalan, serta sejumlah fasilitas publik yang menunjang aktivitas masyarakat.
Kondisi infrastruktur yang rusak berdampak terhadap mobilitas warga, distribusi kebutuhan, serta kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.
Menurut Riswandika, percepatan perbaikan akses menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
“Dengan percepatan perbaikan akses infrastruktur, kami berharap aktivitas dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” katanya.
Baca Juga : Duta GenRe Bener Meriah 2026 Resmi Terpilih, Jadi Inspirasi Generasi Muda
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan koordinasi bersama berbagai pihak untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
Koordinasi tersebut diperlukan karena rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan dukungan lintas pemerintahan, terutama menyangkut kebutuhan anggaran serta penanganan infrastruktur.
Pembentukan sekretariat posko mengacu pada Keputusan Gubernur Aceh Nomor 300.2/705/2026 tentang perubahan keputusan sebelumnya mengenai sekretariat posko.
Keputusan tersebut mengatur pembentukan sekretariat Pos Komando Satuan Tugas Koordinasi dan Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi serta Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Aceh.
Sekretariat posko tersebut memiliki peran dalam mendukung koordinasi pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi selama 2026 hingga 2028.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah, Dr. Sanusi Purnawira Dade.
Turut hadir Kepala BPBD Ilham Abdi, Sekretaris Bappeda, sejumlah camat, serta perwakilan kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten.
Sementara Tim Fasilitasi Sekretariat Posko Pascabencana Hidrometeorologi Aceh turut dihadiri T. Izriansyah, Pazli, Wisdya Wardhani, dan Bunyamin.
Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh dalam mempercepat pemulihan pascabencana. (wen)












