Armia Dorong Anak Muda Bener Meriah Olah Kopi Jadi Produk Ekonomi Kreatif

Redelong, rakyatgayo.com – Kabupaten Bener Meriah tidak hanya memiliki kekayaan komoditas, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai perlu diolah agar tidak berhenti sebagai bahan mentah yang dipasarkan keluar daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. Armia, saat membuka Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih di Mes Kabupaten Bener Meriah, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Bener Meriah itu berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026. Sejumlah anak muda dan pelaku usaha kreatif ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Armia mengatakan, kegiatan itu menjadi langkah awal untuk mendorong generasi muda agar lebih berani berkreasi dan menciptakan produk bernilai tambah dari komoditas yang selama ini menjadi kekuatan daerah.

Ia menyebut aktivasi ruang kreatif tersebut sebagai “tombol on” bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mulai bergerak.

“Ini merupakan tombol on untuk kita mulai berekreasi. Selama ini kita hanya mengekspor komoditas kita dalam bentuk mentah,” ujar Armia.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat potensi ekonomi dari berbagai komoditas daerah belum sepenuhnya dinikmati melalui proses pengolahan dan kreativitas.

“Justru itu saya menilai ekonomi kreatif kita di daerah ini belum mampu menumbuhkan perekonomian secara maksimal. Kita masih menggunakan istilah model 99, artinya hampir 99 persen kita mengekspor dalam bentuk komoditas mentah, belum tersentuh kreativitasnya,” ungkapnya.

Armia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pelaku usaha, khususnya anak muda, untuk mulai menciptakan produk turunan dari komoditas lokal.

“Kita semua berharap pelaku usaha kreatif mulai ‘on’ ke model yang kreatif agar lebih bernilai dan mampu meningkatkan ekonomi kreatif daerah,” katanya.

Jangan Hanya Jual Kopi Mentah

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah, Sukry Tomtars, mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih karena kegiatan tersebut mendapat fasilitasi langsung dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Menurut Sukry, para pelaku ekonomi kreatif di Bener Meriah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 2025.

“Dalam kegiatan yang bertajuk Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih ini, kita mencoba kembali membangkitkan semangat para pelaku usaha untuk berinovasi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kreativitas agar bisa berkembang,” ujarnya.

Sukry mengatakan, kopi menjadi salah satu potensi terbesar yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk ekonomi kreatif.

“Hampir 90 persen komoditas di Kabupaten Bener Meriah adalah kopi. Untuk itu, bagaimana kopi ini bisa diolah menjadi produk yang inovatif, agar kopi itu tidak hanya diminum, tetapi memberikan nilai ekonomi lain melalui produk-produk ekonomi kreatif,” katanya.

Peserta Diminta Aktif Berkolaborasi

Ketua panitia penyelenggara, Elizabet Toiria Gurung, Analis Kebijakan Kementerian Ekonomi Kreatif, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pertemuan, tetapi diharapkan melahirkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan akademisi.

Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan narasumber dan membangun jejaring setelah kegiatan berakhir.

“Ini kesempatan. Silakan nanti tanya kepada narasumber terkait apa saja yang akan dijelaskan hari ini. Kalau bisa nantinya dibuat grup agar bisa sharing dengan narasumber dalam meningkatkan usaha kreatif,” ujar Elizabet.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak muda dan pelaku ekonomi kreatif Bener Meriah semakin berani mengembangkan ide, mengolah potensi lokal, serta menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (Gona)