Gajah Liar Mengamuk di Pintu Rime Gayo, Petani Pantanlah Tewas Terinjak

Gajah Liar Mengamuk
Korban serangan gajah liar saat dievakuasi warga dari lokasi perkebunan di Genengan, Dusun Ayu Ara, Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo Sabtu (21/02).

Redelong – Gajah Liar Mengamuk kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Pristiwa tersebut terjadi  Sabtu (21/02)  pagi sekitar pukul 06;00 wib.

Seorang  petani bernama Musbahar, 53 tahun, warga Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, meninggal setelah kawanan gajah menyerangnya.

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara, saat korban sedang bekerja rutin membersihkan kebunnya.

Musbahar awalnya melihat seekor gajah memasuki area perkebunan miliknya dan langsung berusaha mengusirnya seorang diri.

Ia menduga hanya satu ekor yang masuk, sehingga tidak menyadari kawanan lain bersembunyi di sekitar lokasi.

Baca Juga : Perkuat Karakter Religius, Sekolah Gelar Pesantren Kilat Jelang Ramadan

Tiba-tiba beberapa gajah lain muncul dari balik semak dan langsung mengejar korban tanpa memberi kesempatan menyelamatkan diri.

Korban berusaha berlari menghindari serangan, namun ia terjatuh ketika mencoba melintasi lahan berkontur tidak rata.

Salah satu gajah kemudian menginjak bagian perut korban hingga mengalami luka berat dan pendarahan serius.

Warga sekitar mendengar teriakan dan segera mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan secepat mungkin.

Mereka mengevakuasi korban dari kebun dan membawanya ke Rumah Sakit BMC di Bireuen.

Tim medis berupaya memberikan penanganan intensif, namun kondisi korban sudah terlalu parah akibat luka dalam.

Sekitar pukul sepuluh pagi, dokter menyatakan korban meninggal dunia setelah upaya penyelamatan tidak berhasil.

Aparat Imbau Warga Waspada Gajah Liar Mengamuk

Kapolsek Pintu Rime Gayo membenarkan peristiwa Gajah Liar Mengamuk tersebut dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Ia menegaskan warga tidak boleh bertindak sendiri ketika menghadapi kawanan gajah di kebun atau permukiman.

Petugas mengimbau masyarakat segera melapor kepada aparat kampung atau pihak berwenang bila melihat keberadaan gajah.

Aparat bersama warga kini memantau pergerakan kawanan gajah yang masih berada di sekitar perkebunan Genengan.

Mereka berkoordinasi untuk mencegah serangan susulan dan melindungi masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Jenazah Musbahar rencananya dipulangkan ke Kutacane untuk dimakamkan di kampung halamannya bersama keluarga besar.

Peristiwa ini kembali menyoroti meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah perbatasan hutan.

Masyarakat Pintu Rime Gayo diimbau tetap waspada saat bekerja di kebun guna mencegah korban berikutnya. (Gona)