Daffin Menangis di PICU, Salihin Datang Membawa Harapan Baru

Menangis

Takengon – Tangis lirih Daffin Ali Rivano pecah di ruang PICU RSUD Datu Beru Takengon, Sabtu (9/5/2026). Bayi berusia delapan bulan asal Desa Kalanempan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah itu kembali menangis dalam pelukan sang ibu, Seriani.

Tubuh mungilnya tampak lemah. Wajahnya masih kekuningan. Di usia ketika bayi lain mulai belajar merangkak dan tertawa riang, Daffin justru harus berjuang melawan penyakit berat yang mengancam hidupnya.

Dokter mendiagnosis Daffin menderita gagal hati disertai atresia bilier, kelainan langka pada saluran empedu yang menyebabkan kerusakan hati dan membutuhkan penanganan serius, termasuk kemungkinan transplantasi hati.

Di tengah kecemasan yang terus menyelimuti keluarga kecil itu, secercah harapan akhirnya datang.

Wakil Ketua III DPRA, Salihin, hadir langsung menjenguk Daffin. Ia didampingi Sekretaris Daerah Aceh Tengah Mursyid, Direktur RSUD Datu Beru dr. Gusnarwin, serta Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah Windi Darsa.

Begitu memasuki ruang perawatan, Salihin mendekati Daffin yang sedang menangis. Dengan suara lembut, ia menyapa bayi kecil itu.

Ajaibnya, tangis Daffin perlahan mereda.

Seolah memahami ada sosok yang datang membawa harapan, mata kecil Daffin menatap Salihin dengan tenang.

Menangis Menahan Haru, Orang Tua Daffin Dapat Harapan Baru

Tanpa banyak bicara, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu langsung menanyakan rencana pengobatan Daffin.

“Kalau nanti harus dirujuk ke Jakarta, saya siap membantu tiket pesawat untuk kedua orang tuanya,” ujar Salihin.

Ucapan itu sontak membuat Ikhsandi Nova dan Seriani tak kuasa menahan air mata.

Selama berbulan-bulan, mereka berjuang sendiri. Menjaga Daffin siang dan malam, menahan rasa cemas, sambil berharap Allah membuka jalan kesembuhan bagi putra mereka.

Kini, ketika bantuan itu benar-benar datang, rasa haru tak lagi dapat dibendung.

Ikhsandi menjelaskan, Daffin kemungkinan akan dirujuk terlebih dahulu ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jika kondisi mengharuskan, Daffin akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk menjalani transplantasi hati.

“Kalau di Banda Aceh, silakan menginap di rumah singgah saya. Kalau dirujuk ke Jakarta, segera kabari agar tiket pesawat bisa kami siapkan,” katanya.

Bagi Ikhsandi dan Seriani, bantuan itu bukan sekadar ongkos perjalanan. Bantuan itu adalah harapan. Harapan agar anak mereka memiliki kesempatan untuk terus hidup.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Salihin yang telah membantu anak kami,” ucap Seriani dengan suara bergetar.

Sejak lahir, tubuh Daffin tampak kuning. Awalnya, kedua orang tuanya mengira kondisi itu biasa terjadi pada bayi. Namun hari demi hari, warna kuning itu tidak kunjung hilang. Daffin semakin lemah.

Saat usianya empat bulan, dokter akhirnya menyampaikan diagnosis yang mengubah hidup keluarga kecil tersebut. Sejak saat itu, rumah sederhana mereka di Desa Kalanempan tak pernah lepas dari tangis dan doa.

Setiap malam, ayah dan ibunya hanya bisa memandangi Daffin yang terbaring lemah, seraya memohon kepada Allah agar buah hati mereka diberi kesembuhan.

Baca juga : Jalan Pulang Yang Menggetarkan : Menembus Luka Bencana Dengan Sayap Baja Hercules 

Belum sempat berlari. Belum sempat tertawa lepas. Bahkan belum sempat memanggil ayah dan ibunya Namun ia sudah harus berjuang mempertahankan hidupnya.

Uluran Tangan untuk Daffin Kini, harapan Daffin bergantung pada kepedulian banyak orang. Bagi para dermawan yang ingin membantu biaya pengobatan Daffin, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7355537611 Atas Nama: Ikhsandi Nova,  Konfirmasi donasi: 0813-3395-7679

Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin tidak seberapa. Namun bagi Daffin, setiap rupiah adalah harapan. Setiap doa adalah kekuatan Dan setiap uluran tangan bisa menjadi jalan bagi seorang bayi kecil untuk tetap bertahan hidup.

Semoga suatu hari nanti, tangis kecil Daffin berganti menjadi tawa bahagia yang memenuhi rumah sederhana mereka. (Gona)