Redelong – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bener Meriah memperkuat kapasitas organisasi dan kepemimpinan perempuan melalui kegiatan Penguatan Manajemen Organisasi, Legalitas Hukum, dan Kepemimpinan Perempuan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Empu Beru, Kompleks Perkantoran Bupati Bener Meriah, Selasa (4/8/2026).
Sekitar 60 peserta dari berbagai organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan dibuka Pembina GOW Kabupaten Bener Meriah, Ny. Mutia Fauzia Tagore.
Turut hadir Ketua GOW Kabupaten Bener Meriah Use Ferawati dan Sekretaris GOW Nur Baity.
Penguatan kapasitas organisasi itu menghadirkan tiga narasumber, yakni Ny. Mutia Fauzia Tagore, Ny. Puspitawati Armia, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bener Meriah, Mahfudahah, SH.
Materi yang diberikan mencakup tata kelola organisasi, legalitas hukum, serta penguatan kapasitas dan kepemimpinan perempuan.
Ketua GOW Kabupaten Bener Meriah, Use Ferawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengurus organisasi perempuan.
Menurutnya, pengurus perlu memahami tata kelola organisasi secara tertib agar mampu menjalankan roda organisasi secara profesional.
Selain itu, organisasi perempuan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan.
“Kepemimpinan menjadi kunci keberhasilan sebuah organisasi. Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh pengurus semakin memahami tata kelola organisasi yang baik,” kata Use Ferawati.
Ia berharap para pengurus mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan terus meningkatkan kapasitas diri.
GOW Dorong Organisasi Perempuan Lebih Profesional
Pembina GOW Kabupaten Bener Meriah, Ny. Mutia Fauzia Tagore, mengatakan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berperan sebagai pemimpin.
Menurutnya, kesempatan tersebut harus diikuti kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan amanah.
Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu berkontribusi secara optimal.
Ny. Mutia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki landasan dalam ajaran Islam.
Ia mencontohkan kisah Ratu Balqis yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai sosok pemimpin yang memiliki kebijaksanaan.
“Setiap muslim adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan dapat memimpin dan berkiprah di ruang publik sepanjang memiliki kapasitas, akuntabilitas, serta dedikasi.
“Yang dinilai bukan jenis kelaminnya, melainkan kemampuan dan tanggung jawabnya dalam memimpin,” kata Ny. Mutia.
Melalui kegiatan tersebut, GOW Kabupaten Bener Meriah berharap organisasi perempuan semakin tertib menjalankan tata kelola organisasi.
Selain itu, setiap organisasi diharapkan memiliki legalitas yang jelas dan mampu menjalankan program secara berkelanjutan.
GOW juga mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bener Meriah. (Gona)
Baca Juga : Paripurna DPRK Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025 dan Qanun Majelis Adat Gayo













