Nelayan Hilang di Langsa Ditemukan Meninggal

Nelayan Hilang
Tampak Jasad Muhammad Amin saat dievakuasi oleh tim gabungan. (dok. Syahrial)

LANGSA – Nelayan Hilang di Kota Langsa akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tim penyelamat gabungan melakukan pencarian selama dua hari berturut-turut.

Korban diketahui bernama Muhammad Amin, 42 tahun, warga Dusun Nelayan, Gampong Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh setempat.

Korban berangkat melaut seorang diri sejak pukul 05.00 WIB, Minggu, 26 Juli 2026, untuk mencari ikan seperti aktivitas sehari-harinya biasa.

Hingga sore sekitar pukul 16.30 WIB, korban belum kembali ke daratan sehingga keluarga mulai khawatir dan meminta bantuan warga sekitar mencari.

Warga bersama nelayan setempat segera melakukan pencarian awal sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian dan tim penyelamat gabungan daerah.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel BPBD Kota Langsa, Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat untuk melakukan penyisiran bersama.

Petugas menyisir sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir korban terlihat menggunakan perahu ketika berangkat melaut pada Minggu pagi sebelumnya.

Operasi pencarian berlangsung hingga pukul 00.00 WIB, namun korban belum ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara karena kondisi malam membahayakan keselamatan petugas.

Nelayan Hilang Ditemukan Setelah Pencarian Gabungan

Pencarian kembali dilanjutkan pada Senin pagi dengan memperluas area penyisiran menuju alur sungai yang mengarah ke kawasan laut terbuka sekitar.

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil ketika jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB di kawasan Gampong Sungai Pauh, Langsa.

Korban ditemukan berada di dalam air pada alur sungai menuju laut sebelum dievakuasi menggunakan perahu penyelamat menuju lokasi yang aman segera.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, dr. M. Yusuf Akbar, membenarkan penemuan jasad korban setelah proses pencarian berlangsung sejak hari sebelumnya.

baca Juga : Gedung Rp41 Miliar Itu Kini Angker, BMCC Bener Meriah Kian Memprihatinkan

Menurut Yusuf Akbar, korban ditemukan berada di dalam air sekitar alur sungai sehingga petugas langsung melakukan proses evakuasi dengan hati-hati bersama.

Usai ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi menuju rumah sakit untuk penanganan awal sesuai prosedur sebelum dipulangkan ke rumah duka keluarga.

Setelah seluruh proses selesai dilakukan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai adat istiadat serta ketentuan agama setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut setiap hari.

Pemerintah bersama instansi terkait juga mengimbau masyarakat pesisir menggunakan perlengkapan keselamatan serta memberikan informasi perjalanan kepada keluarga sebelum melaut.(Syahrial)